1.059 Pelajar Se-Aceh Berkompetisi Di “Asia”

Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Sebanyak 1.059 pelajar tingkat TK, SD, SMP/MTs dan SMA/MA se Aceh akan bersaing pada kompetisi Al-Fityan Science, Innovation and Art (ASIA) untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang seni dan ilmu agama.
  “Kegiatan ASIA ini adalah salah satu ajang kreativitas yang dapat memperkuat daya nalar dan berpikir para pelajar diberbagai tingkatan melalui beragam cabang yang diperlombakan,” kata Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Aceh Besar, Selasa.
  Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin di sela-sela membuka kompetisi Al-Fityan Science, Innovation and Art (ASIA) yang diikuti peserta dari seluruh kabupaten/kota yang berlangsung di Kabupaten Aceh Besar .
  Ia menjelaskan ajang tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh pelajar khususnya untuk menyalurkan bakat, sehingga para peserta semakin semangat untuk berkarya dan mengembangkan kemampuannya.
  “Pemerintah Aceh memberi perhatian sangat besar bagi peningkatan kualitas generasi muda melalui sektor pendidikan. Secara garis besar ada tiga program utama yang dijalankan Pemerintah Aceh dalam bidang pendidikan ini yaitu Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga,” katanya.
  Ia merincikan bahwa program Aceh Carong menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional melalui perbaikan fasilitas, kualitas guru dan peningkatan sistem.
  Kemudian program Aceh Meuadab lebih difokuskan pada upaya mengembalikan khittah Aceh melalui implementasi nilai-nilai keislaman. Sedangkan program Aceh Teuga fokus pada perbaikan sumberdaya generasi muda.
  “Kami juga mendorong agar semangat berkompetisi di kalangan generasi muda semakin dibudayakan di sekolah-sekolah yang ada di Aceh. Al-Fityan Science, Innovation and Art (ASIA) ini adalah salah satunya, sebab misi Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga telah terangkum dalam kegiatan ini, disinilah semangat bersaing pelajar-pelajar terbaik Aceh akan di uji,” katanya.
  Ia menambahkan pendidikan berkualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas dan anggaran yang besar, namun juga oleh kemampuan menerapkan cara didik yang menyentuh hati dan pikiran.
  “Pendidikan bernuansa seni, science, bahasa dan agama adalah modul yang dapat menyentuh hati dan pikiran para peserta didik untuk dapat membangun generasi yang memiliki ilmu, iman, taqwa serta budi yang luhur,” katanya.
  Ada pun aneka lomba yang diselenggarakan dalam kegiatan tersebut meliputi Taman Kanak-Kanak (TK), membentuk plastisin, menyusun puzzle, hafalan Hadis, mewarnai dan MHQ Surah Pendek.
  Sekolah dasar terdiri dari  MHQ Juz 30, berhitung cepat, menggambar dan da”i cilik. Selanjutnya SMP/MTs memperlombakan MHQ 3 Juz, kaligrafi, story telling, CC Sains, Olimpiade Sains, futsal, desain manual.
  Kemudian untuk SMA/MA memperlombakan MHQ 5 Juz, futsal, tajhis mayit, nasyid acapella, CC Sains, desain Poster, Olimpiade, kaligrafi. Sementara untuk umum meliputi fotografi, easay nasional dan film pendek.(anjas)

Leave a Reply