10 Wanita Penghibur Digulung Tim Gabungan

Lahat, jurnalsumatra.com – Sedikitnya ada 10 orang wanita penghibur yang tidak mengantongi identitas KTP terpaksa digulung oleh Tim Gabungan Pol-PP, POM, Camat KimBar, dan Polres Lahat.

Kesepuluh orang wanita tanpa identitas itu, awalnya berdalih sebagai pengunjung kafe. Namun, Tim Gabung tidak terkecoh dan tetap menggelandang 10 wanita diduga penghibur tersebut, kekantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) Pemkab Lahat, guna untuk diperiksa lebih lanjut.

Tim gabungan dibawa Pimpinan Kasat Pol-PP dan Damkar Lahat Fauzan Choiri Denin MM dengan menerjunkan kekuatan 35 anggota 25 anggota Satuan Pol-PP, 6 anggota Polres Lahat, dan, 3 anggota Subden POM Lahat.

“Kesepuluh wanita penghibur tanpa KTP itu, sudah kita amankan dikantor Pol-PP Pemkab Lahat, akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut, dan akan mengikuti proses Sidang Tipiring di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Lahat,” jelas Fauzan Choiri Denin MM, Ahad (23/02/2020).

Menurutnya, kesepuluh wanita diduga prnghibur tanpa membawa KTP ini, saat diperiksa mengaku, ada yang dari Provinsi Bengkulu, Curup, Jambi, dan Provinsi Bandung.

“Mereka kita amankan didelapan titik tempat hiburan atau kafe di Kecamatan Kikim Barat (KimBar) Kabupaten Lahat, termasuk ratusan minuman keras (Miras) dari berbagai merk turut kita bawa kekantor Sat Pol-PP dan Damkar Pemkab Lahat,” tambahnya.

Berdasarkan aturan, sambung Fauzan, mau tidak mau apabila orang ditangkap dalam operasi gabungan maka wajib untuk diamankan serta akan menjalani proses sidang Tipiring dikantor Pengadilan Negeri (PN) Lahat.

“Giat kita lakukan ditempat hiburan malam dan kafe serta penginapan diwilayah KimBar. Dari delapan titik kafe dan hiburan orgen tunggal (OT) kita dapat menyita 213 minuman keras (Miras) dari berbagai merk dan termasuk 10 orang wanita diduga menjadi penghibur tanpa KTP turut diamankan dalam operasi gabungan tersebut,” terang Fauzan. Seraya menambahkan, dikarenakan, 10 orang wanita tanpa KTP itu dijamin bos nya, sehingga, hanya kita data saja dan apabila dalam razia kembali ditangkap maka akan ikuti sidang Tipiring. (Din)