1000-An Guru Aksi Damai Di DPRD Sultra

    Kendari, jurnalsumatra.com –  Sekitar 1000-an guru se-Sulawesi Tenggara turun ke jalan menggelar aksi solidaritas terkait insiden penganiayaan seorang guru SMA Negeri 1 Kendari bernama Hayari yang dilakukan oleh orang tua siswa bersama anaknya beberapa hari lalu.
Para guru yang mengenakan batik seragam  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang berkumpul di alun-alun Kendari, Kamis, kemudian melakukan loangmarch ke gedung DPRD Sultra untuk menyampaikan orasi di depang pimpinan dan anggota DPRD setempat.
Ketua PGRI Sulawesi Tenggara Abdul Halim Momo dalam orasinya, mengecam aksi kekerasan yang terjadi dalam lingkungan sekolah.
Menurutnya profesi guru adalah profesi yang mulia karena bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa. Dalam tuntutannya mereka mendesak kepada aparat penegak hukum agar mengusut kasus tersebut hingga ke pengadilan
“Kami mendesak pemerintah dan DPR untuk mengeluarkan Undang-Undang terkait perlindungan guru dalam menjalankan tugas dan profesinya,” tegas Abdul Halim Momo.
Selain mendesak kepada aparat penegak hukum agar memproses kasus ini, para guru juga meminta kepada pihak sekolah agar tidak ada yang menerima siswa tersebut setelah dikeluarkan dari SMA Negeri 1 Kendari.

     Pada Jumat (20/10), Suhardin Diku ayah dari siswa bernama Ch, mengamuk di SMA Negeri 1 Kendari sambil membawa senjata tajam lantaran tidak terima anaknya dikasari. Selain mengamuk, ayah dan anak tersebut menganiaya Hayari yang merupakan Wakil Kepala Sekolah di SMA itu.
Saat ini kondisi Hayari masih terbaring sakit dirumahnya dan belum bisa beraktivitas sebagaimana biasanya, sementara pelaku Suhardin Diku alias Sadiku sudah mendekam di sel tahanan Polres Kendari.
Usai menyampaikan orasi, para guru yang tidak hanya datang dari Kota kendari namun ada yang dataang mewakili sekolah mereka seperti Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Muna, Bombana, Wakatobi, Kolaka, Kolaka Timur, Buton, Muna Barat dan Kota Baubau juga menyampaikan orasi yang sama.
Di ruang sekertariat DPRD, para guru diterima Ketua Komis I DPRD Sultra Suwandi Andi dan Ketua Komisi IV Yaudu Salam Ajo bersama anggota mengatakan, aspirasi yang dibawakan para guru se-provinsi ini akan menjadi perhatian dewan untuk dibawa dalam sidang komisi dan fraksi yang akan berlangsung sebelum akhir 2017.
Salah seorang Kepala Sekolah SD dari Pondidaha Kabupaten Konawe, Alimuddin (52) dan staf TU SMP Negeri 10 Kendari Hilda (49) mengatakan, semoga aspirasi yang mereka samapaikan ini mendapat tanggapan sekaligus menjadi pelajaran yang berharga bahwa kasus yang menimpa rekannya itu tidak terulang kembali di masa yang akan datang.(anjas)

Leave a Reply