152 Jenis Ikan Terlarang Dijual

Palembang, jurnalsumatra.com – Tim Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan perwakilan Palembang dipimpin oleh Sugeng Prayogo bersama pihak KSDA Palembang, Dinas Perikanan dan POS PSDKP datang Pasar Burung 16 Ilir mensosialisasikan peraturan terkait dengan pelarangan ikan invasif ke pedagang, Jumat (5/7/2018).

Sugeng Prayogo mengatakan,  kedatangannya kesini untuk memberitahu pedagang bahwa sesuai peraturan Menteri Kelautan dan perikanan no 41 tahun 2014 terdapat 152 jenis ikan yg dilarang masuk ke wilayah Indonesia. “Kita berharap pedagang tidak menjual ikan tersebut,” ujarnya.

Sugeng menambahkan,  pihaknya secara khusus membuka Posko Penyerahan Ikan Invasif dari Masyarakat mulai tanggal 01-31 Juli 2018. “Setelah tanggal tersebut akan dilakukan penegakan hukum sesuai Undang-undang Perikanan No. 45 tahun 2009,” bebernya.

Masyarakat mengapresiasi kegiatan tersebut salah satu pedagang ikan hias bahkan langsung menyerahkan 5 ekor ikan aligator rata-rata sepanjang 85 cm kepada petugas.

Edi pemilik ikan mengatakan, dirinya  mencari nafkah sesuai aturan pemerintah. “Kami tidak mengetahui jika ini dilarang. Saya iklas menyerahkan ikan-ikan ini ke Kanrantina Ikan untuk tindakan selanjutnya,” paparnya.

Hal yang sama di utarakan pedagang lain mereka mendukung kegiatan ini jika untuk kebaikan bersama. Posko Penyerahan Ikan Predator / Invasif dibuka setiap hari senin- minggu mulai tanggal 1-30 Juli. Bagi masyarakat yang ingin menyerahkan secara sukarela sesuai peraturan menteri tersebut kami akan terima. (yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × two =