“17.000 Islands Of Imagination” Ramaikan FBF

London, jurnalsumatra.com – Indonesia ikut meramaikan pameran buku Frankfurt Book Fair (FBF) di Kota Frankfurt, Jerman, 10-14 Oktober 2018 dengan mengusung tema  “17.000 Islands of Imagination”.
Konsul Muda KJRI  Frankfurt Dimas Wisudawan kepada Antara London, Jumat, menyebutkan FBF salah satu pameran buku dan wadah untuk menjual dan membeli izin penerbitan buku yang terbesar di dunia.
Pameran bertujuan memfasilitasi bertemunya para penerbit, penulis, dan pecinta literatur untuk berinteraksi dan berbagi informasi mengenai industri buku dan literatur dari seluruh dunia.
Ketua Komite Buku Nasional Laura B. Prinsloo menyampaikan bahwa Indonesia selain memamerkan buku-buku yang sudah dikurasi, terdapat 11 penerbit, dua pengarang, dan 400 judul buku yang bergabung di stan Indonesia.
Konjen RI Frankfurt Toferry P. Soetikno hadir dalam acara tersebut untuk memberikan dukungan kepada penerbit dari Indonesia yang menjadi peserta pameran FBF.
Dalam sambutannya pada resepsi di stan Indonesia, ia menyampaikan bahwa semakin besar tantangan industri buku pada masa digitalisasi saat ini.

“Masyarakat pecinta buku dan literatur dituntut untuk lebih jeli di dalam menerima dan memilah informasi dari buku atau literatur,” katanya.
Kemajuan teknologi, katanya, juga menjadi tantangan tersendiri bagi penerbit karena informasi digital yang semakin digemari generasi muda.
Ia mengatakan penerbit buku harus lebih inovatif dalam mengemas produk buku untuk tetap eksis.
Salah satu penulis buku terkenal, Laksmi Pamuntjak, yang hadir pula di stan Indonesia menyampaikan informasi tentang beberapa judul buku baru yang ditulisnya dan menjadi “best seller” di FBF sebelumnya. Salah satu bukunya mengenai kreasi kuliner Indonesia.
Partisipasi Indonesia pada FBF berhasil mencapai puncaknya ketika menjadi Guest of Honor pada 2015. Saat itu,  sekitar 1.000 judul buku ditampilkan, Indonesia membawa serta 70 penulisnya.
Meski pada gelaran kali ini Indonesia berstatus sebagai tamu reguler, kiprahnya di FBF 2018 cukup bagus. Literatur Indonesia diminati  penerbit dari negara lain, tak terkecuali Jerman.
Berkat tampil di FBF yang diadakan setiap tahun, Indonesia telah berhasil menjual hak terbit ratusan judul buku ke penerbit di luar negeri.
Hingga Oktober ini, dari rangkaian pameran buku internasional yang diikuti Indonesia di Bologna, London, Beijing, dan Jakarta, ratusan judul buku dalam tahap negosiasi pembelian.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =