Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Warga Besitang Dambakan Jembatan Menghubungkan Tiga Desa

0

     Langkat, Sumut, jurnalsumatra.com – Warga Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendambakan jembatan parmenen yang menghubungkan tiga desa segera dibangun menggantikan jembatan gantung yang kondisinya relatif sangat memprihatinkan karena papannya pada bolong-bolong.
“Sewaktu-waktu para pengendera sepeda motor yang melintas di atas jembatan gantung bisa terperosok ke rawa-rawa yang ada di bawahnya,” kata warga Besitang Edi di Besitang, Sabtu.
Edi menjelaskan bahwa jembatan gantung yang ada itu selama ini menghubungkan tiga desa, yaitu Bukit Mas, Pantai Buaya dan Sekoci.
Selain itu, jembatan gantung tersebut setiap harinya dilalui warga untuk mengangkut hasil bumi berupa jeruk dengan sepeda motor, termasuk murid sekolah SD, SMP, dan SMA selalu melintas di atasnya. Namun, kata dia, sekarang ini kondisi jembatan yang terbuat dari kayu itu terlihat bolong-bolong.
“Kami berharap jembatan tersebut segera diganti dengan jembatan beton yang lebih permanen lagi agar hasil bumi rakyat maupun juga warga yang lalu-lalang bisa terjamin keselamatannya,” katanya.
Yang sangat memprihatinkan, kata dia, bila warga petani jeruk yang ingin mengangkut hasil jeruknya mereka harus memutar sepanjang 10 kilometer agar jeruknya bisa segera dibawa dan dipasarkan ke Besitang.
“Warga sekarang ini menginginkan jembatan beton rangka baja agar truk dan sepeda motor agar bisa secepatnya mengangkut hasil jeruk tersebut,” ujarnya.
Ramli, petani, menjelaskan pada tahun 1990-an daerah Sekocil, Pantai Buaya sangat terkenal dengan produksi “Jeruk Jorok” atau “Jeruk Pantai Buaya” yang dikenal hingga Jakarta, Medan, Padang, dan Pekanbaru. Namun, sempat hilang pada tahun 1998.
Kini, lanjut dia, masyarakat sudah mengembangkan kembali jeruk tersebut dan panennya juga sangat melimpah. Namun, bila hendak mengeluarkan produksinya harus memutar terlebih dahulu, baru bisa. Kalau melalui jembatan gantung, tidak bisa dilalui karena hanya kendaraan roda dua yang bisa.
Warga hanya berharap Pemerintah Kabupaten Langkat pada tahun 2016 dapat mengalokasikan anggaran guna pembangunan jembatan rangka baja menggantikan jembatan gantung yang ada sekarang ini.
“Di sini ada 4.000 jiwa penduduknya yang mayoritasnya merupakan petani, terutama jeruk manis, sawit, dan karet,” katanya.(anjas)