Legislator Minta Penanganan Bencana Lebih Maksimal

0

Sampit, Jurnalsumatra.com- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Parimus meminta kepada pemerintah daerah itu untuk lebih maksimal dalam penanganan bencana.
“Saya tidak mau lagi mendengar alasan karena terkendala├é┬á anggaran sehingga penanganan bencana tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, di 2016 ini sekarang kita sudah mengalokasikan anggaran secara khusus untuk penanganan bencana, baik itu bencana alam berupa banjir maupun bencana kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan,” katanya di Sampit, Selasa.
Parimus juga meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk lebih tanggap dan melakukan antisipasi sejak dini terhadap terjadinya bencana alam, seperti kebakaran hutan dan lahan.
Dengan adanya dukungan anggaran yang memadai, diharapkan pencegahan bencana alam seperti kabut asap bisa dilakukan dengan baik.
Selain pemerintah, Parimus juga meminta kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Saya yakin, tanpa keterlibatan dan kesadaran masyarakat maka upaya pemerintah dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan akan sia-sia,” katanya.
Lebih lanjut Parimus mengatakan, keterlibatan pihak aparat penegak hukum juga sangat dibutuhkan, sebab dengan adanya sanksi berat diharapkan bisa memberikan efek jera terhadap pelaku pembakar hutan dan lahan.
“Saya kira pencegahan kebakaran hutan dan lahan bisa dimulai dari sekarang, sebab berdasarkan perkiraan pihak BMKG, musim kemarau pada 2016 akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.
Sementara itu, Komandan Satgas Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur, Letkol Kav Enda Mura Harahap mengatakan, kepedulian masyarakat daerah itu terhadap bahaya kebakaran masih cukup rendah.
“Kepedulian dan tanggung jawab masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan sangat rendah, hal itu dapat dilihat dari kejadian tahun 2015 lalu. Masyarakat lebih banyak menonton dari pada ikut memadamkan kebakaran, padahal kejadiannya dekat rumah mereka,” ungkapnya.
Menurut Enda, kepedulian masyarakat terhadap kebakaran hutan dan lahan perlu lebih dipupuk lagi, sehingga jika bencana itu terjadi di 2016, mereka tidak hanya menjadi penonton saja, melainkan mereka juga harus ikut terjun kelapangan bersama petugas.
Selain perlu adanya kepedulian masyarakat, penanggulangan dan penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan juga perlu adanya dukungan anggaran.(anjas)