Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Petani Lebak Siap Hadapi MEA

0

     Lebak, jurnalsumatra.com – Petani Kabupaten Lebak, Banten siap menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara (MEA) melalui penerapan teknologi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM).
“Kita optimistis pada pasar tunggal itu dipastikan produk komoditas lokal bisa bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Senin.
Pemerintah daerah tahun 2016 lebih terfokus pada sektor komoditas produk-produk pertanian.
Sebab, produk pertanian cukup besar menyumbangkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Apalagi, penyerapan tenaga kerja hingga ribuan orang, sehingga produk pertanian menjadikan agenda utama pada pasar MEA itu.
“Kami terus mendorong peningkatan kualitas produk pertanian agar bisa bersaing dengan produk negara lain,” ujarnya.
Untuk mencapai produk kualitas, kata dia, pihaknya kini mengoptimalkan penerapan teknologi dengan penggunaan benih unggul juga pupuk yang berimbang.
Selain itu juga memaksimalkan peningkatan SDM dengan teknik budidaya agar produksi dan produktivitas meningkat.
Pemerintah daerah juga mewajibkan seluruh petani mengikuti bimtek-bimtek pengembangan usaha pertanian, sekolah lapang dan lainnya.
“Kami yakin jika teknologi dan SDM dikuasai petani dipastikan dapat merebut pasar MEA,” katanya.
Ia juga menyatakan, pihaknya kini mengembangkan produk komoditas pertanian, seperti padi, palawija dan hortikultura.
Pengembangan tanaman padi dan hortikultura menjadikan skala prioritas karena permintaan pasar relatif tinggi dan menguntungkan petani.
Pemerintah daerah kini mengembangkan sebanyak 17 komoditas tanaman hortikultura, diantaranya alpukat, belimbing, dukuh, sawo, durian, mangga, manggis, rambutan, pepaya, salak, pisang, nangka, dan nenas.
Pengembangan tanaman buah-buahan yang sudah berkembang di Kabupaten Lebak, yakni manggis di Kecamatan Cipanas, Bayah, Lebakgedong, Sobang, dan Muncang.
Selain itu, durian di Kecamatan Leuwidamar, Gunungkencana, Cirinten, Muncang, dan Bojongmanik. Kawasan buah duku di Kecamatan Warunggunung, Cikulur, dan Cibadak.
Komoditas mangga di Kecamatan Panggarangan, Malingping, Cihara, dan Bayah, sedangkan rambutan dan salak di Kecamatan Maja, Cimarga Curugbitung, Rangkasbitung, Cijaku, Leuwidamar, dan Sajira.
Produksi komoditas pertanian hortikultura sekitar 8.694.984 kuintal dengan luas 389.204 hektare.
“Kami menargetkan produktivitas tanaman hortikultura meningkat dan kualitasnya lebih baik lagi sehingga  bisa bersaing dengan pasar bebas,” ujarnya.
Abdulah, seorang petani rambutan di Kecamatan Curugbitung Kabupaten Lebak mengaku dirinya siap menghadapi MEA karena kualitas produksi sudah menembus pasar Timur Tengah.
“Kami berharap pasar bebas MEA itu dapat mendongkrak pendapatan ekonomi petani,” ujarnya.(anjas)