Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Jelang Asian Games Aparat Harus Kuasai Bahasa Inggris

0

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 yang akan digelar selama lebih kurang satu bulan memerlukan pengamanan ketat dan memiliki sistem yang lebih terorganisir. Pengamanan yang alakadarnya tidak dapat mengantisipasi segala potensi gangguan yang bakal terjadi saat 45 negara berkompetisi di Jakabaring Sport City.

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin berujar, pengamanan di Kota Palembang jelang Asian Games 2018 wajib berstandar internasional. Bukan hanya dari unsur aparat kepolisian saja, namun juga aparat TNI serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Sumsel haruslah bertaraf internasional.

Mulai dari jajaran paling bawah, yakni petugas polsek, polisi lalu lintas, serta polresta. Unsur tentara mulai dari Koramil, Kodim, Korem, hingga Kodam, dan anggota Sat Pol PP, wajib berbahasa inggris.

“Mulai sekarang pilih ulang aparat. Seluruhnya harus punya kemampuan berbahasa inggris, minimal aktif berbicara (bahasa inggris-red),” tutur Alex dalam Rapat Evaluasi dan Laporan Kemajuan Kegiatan Persiapan Asian Games XVIII di Griya Agung Palembang, Rabu, (6/1).

Alex menjelaskan, peningkatakan kualitas sumber daya manusia ini harus dilakukan sesegera mungkin karena prosesnya yang lebih sulit dan memakan waktu lama.

Selain peningkatan sumber daya manusia, Alex berujar, seluruh peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk menunjang tugas aparat pun harus turut berstandar internasional seperti kendaraan, alat komunikasi dan closed circuit television (CCTV).

“Kita siapkan dulu sumber daya manusianya, untuk peralatan nanti kita ajukan ke pusat.
Ini berbeda dengan mengamankan pertandingan SFC atau pilkada. Kita harus mengamankan 45 negara yang bertanding di sini. Kita punya waktu hingga test event awal 2018, SDM harus sudah siap,” imbuhnya.

Pemasangan CCTV pun bukan hanya di kawasan JSC, tutur Alex, namun harus se-Palembang. Tiap persimpangan dan tempat-tempat umum dipasang CCTV. Alex pun meminta agar kepolisian menyediakan satu pos komando CCTV dan komunikasi agar pengamanan terintegrasi seluruhnya.

Deputi Keamanan Pelaksanaan Asian Games 2018 Danrem 044 Gapo Kolonel Infantri Tri Winarno mengatakan, melengkapi pengamanan pihaknya akan menambahkan pasukan intelegen, baik dari kepolisian maupun TNI untuk pengamanan di setiap venue pertandingan.

“Sesuai instruksi gubernur, saat pelaksanaan akan disiapkan tempat pos pengamanan dan pelayanan. Bukan hanya di venue saja, namun juga di tempat keramaian seperti di bandara agar respon dan antisipasinya cepat bila ada kejadian,” tuturnya, pada jurnalsumatra.com.

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo menuturkan, pihaknya mendapatkan hibah dari Pemerintah Perancis sebesar 50 juta Euro atau setara dengan Rp750 miliar untuk penerapan sistem layanan Smart City.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun sistem informasi, CCTV terintegrasi dan komunikasi yang digunakan bukan hanya saat penyelenggaraan Asian Games saja, namun juga seterusnya selepas penyelenggaraan.

“CCTV yang sudah ada dan yang baru nanti akan diintegrasikan. Memang sekarang CCTV di Palembang masih sedikit. Di bandara saja masih kurang, padahal tempat-tempat vital seperti itu perlu pemantauan yang khusus,” ujarnya.

, dana Rp750 miliar tersebut akan dibagi kepada dua tuan rumah penyelenggara Asian Games, yakni Jakarta dan Palembang. Pihaknya akan membuat konsep sistemnya terlebih dahulu, baru hibah akan dikucurkan oleh Pemerintah Perancis. (Yuyun)