Penyidik Buru Pengirim Paket Narkoba Asal Jakarta

0

Mataram, jurnalsumatra.com – Penyidik Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, memburu pengirim paket narkoba jenis pil ekstasi, yang diketahui berasal dari Jakarta.
Kapolres Mataram melalui Kasubbag Humas AKP I Wayan Suteja kepada wartawan, Kamis, mengatakan, sejauh ini pihak penyidik masih menelusuri identitas pengirim paket yang diketahui bernama Herman, asal Jakarta.
“Kasusnya terus kita kembangkan, saat ini anggota masih menelusuri keberadaan si pengirim yang diketahui berasal dari Jakarta,” Kata Suteja.
Ia mengatakan, dalam penelusuran ini penyidik tidak seutuhnya mempercayai keterangan yang diberikan oleh tersangka, yakni SU (inisial, red), asal Jakarta, yang ditangkap setelah mengambil paket narkoba di sebuah agen jasa pengiriman barang.
Oleh sebab

itu, pihaknya berencana akan memanggil pihak agen jasa pengiriman barang, untuk dimintai keterangannya. Hal itu dilakukan guna mengetahui identitas si pengirim yang tercantum dalam resi pengiriman bernama Herman.
“Untuk mengetahui siapa si Herman ini, kita akan agendakan pemeriksaan agen jasa pengiriman barang,” ucapnya.
Nantinya, lanjut mantan Kasat Resnarkoba Polres Lombok Timur itu, setelah mendapat keterangan dari agen jasa pengiriman barang, pihaknya akan mengirim penyidik ke Jakarta untuk menelusuri keberadaannya.
“Rencana pengembangan akan dilakukan di Jakarta, tapi sebelum itu kita rampungkan alat bukti di Mataram,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihaknya kini sedang melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti narkoba yang ditemukan dalam paket kiriman Herman, yakni sebanyak 58 butir pil ekstasi yang dikemas dalam tiga plastik bening, dan disimpan dalam amplop berwarna coklat.
“Uji laboratorium masih dilakukan, belum ada hasil. Ini dilakukan guna mengetahui kepastian barang bukti tersebut, apakah benar narkoba atau tidak,” katanya.
Pengujian barang bukti tersebut, lanjutnya, akan dilaksanakan di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) NTB. “Iya di Badan POM, karena pengujian biasanya dilaksanakan disana,” kata Suteja.
Sementara itu, SU yang tertangkap tangan membawa paket narkoba itu kini masih ditahan di Mapolres Mataram, guna menjalani proses pidana yang mengancam dirinya, sesuai disebutkan dalam Pasal 112, Pasal 115, dan Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(anjas)