Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Bengkulu Dorong Investasi Berwawasan Lingkungan

0

Bengkulu, jurnasumatra.com- Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong investasi atau penanaman modal berwawasan lingkungan dan berkelanjutan baik yang dikelola pihak asing maupun modal dalam negeri di daerah ini.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Bengkulu Nirwan di Bengkulu, Jumat, mengatakan bahwa penanaman modal yang berwawasan lingkungan sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan ekonomi hijau.
“Penanaman modal berwawasan lingkungan menjadi salah satu arah kebijakan penamaman modal di Provinsi Bengkulu tahun ini,” kata Nirwan.
Menurut dia, arah kebijakan tersebut muncul dari latar belakang investasi perkebunan kelapa sawit yang cukup besar di daerah ini.
Kontribusi subsektor perkebunan kelapa sawit cukup besar, maka penangananan lingkungan terhadap komoditas ini juga perlu diperketat.
“Kita mengetahui komoditas sawait ini adalah tanaman yang rakus air sehingga investasi bidang ini perlu mendapat perhatian,” ucapnya.
Ke depan kata Nirwan investasi perkebunan kelapa sawit perlu membuat sumur resapan air pada areal perkebunan dan membuat teras siring yang baik.
Selain itu, investor subsektor perkebunan kelapa sawit juga diarahkan untuk membuat strategi pengelolan limbah menjadi sumber energi dan ekonomi produktif.
Selain mendorong investasi berwawasan lingkungan, pada 2016 BKPMD juga menyusun arah kebijakan perbaikan iklim penanaman modal, pemerataan penanaman modal, konsentrasi pengembangan pangan, infrastruktur dan energi, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah serta koperasi.
Selanjutnya memberikan kemudahan dan insentif penanaman modal serta promosi penanaman modal.
Pada 2016 kata dia, BKPMD Bengkulu menargetkan investasi yang masuk ke daerah ini mencapai Rp1,18 triliun dengan rincian sebesar Rp659 miliar dari penanaman modal dalam negeri dan sebesar Rp525 miliar dari penanaman modal asing.
“Investasi yang masuk ke Bengkulu pada tahun ini ditargetkan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 2.000 orang,” katanya.
Menurut dia, sejumlah program kerja yang sudah dirancang untuk merealisasikan target tersebut antara lain pembinaan dan pengawasan perijinan investasi, rekonsiliasi data realisasi dan rencana penanaman modal.
Selanjutnya penyusunan rancangan kebijakan bidang penanaman modal, penyusunan rencana detail profil proyek, fasilitasi dan mediasi permasalahan di bidang penanaman modal melalui operasionalisasi tim satuan tugas dan rekomendasi pelayanan perizinan penanaman modal.
“Kami juga menargetkan sebanyak 40 aparatur bidang penanaman modal yang terdidik dan terlatih,” ucapnya.(anjas)