Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Beranda – Asrama Anak TKI SMKN 1 Nunukan Difungsikan

0

    Nunukan, jurnalsumatra.com – Asrama siswa bagi anak-anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang menuntut ilmu di SMKN 1 Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara telah rampung dan segera difungsikan.
Sekaitan dengan itu, Kepala SMKN 1 Nunukan, La Sali di Nunukan, Jumat, membenarkan, asrama bagi tempat tinggal anak-anak TKI di sekolah binaannya dibangun menggunakan APBN 2015 melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ia menjelaskan, asrama yang terdiri atas 20 kamar tidur tersebut dikhususkan bagi anak-anak TKI yang menempuh pendidikan di SMKN 1 Nunukan sebanyak 87 orang masing-masing 10 kamar untuk laki-laki dan 10 kamar bagi perempuan.
“Asrama yang dibangun menggunakan APBN melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu khusus ditempati bagi anak-anak TKI yang menempuh pendidikan di SMKN 1 Nunukan,” kata La Sali.
Bangunan yang terdiri dari dua gedung berhadapan yang terletak disamping kawasan SMKN 1 Nunukan di Sei Fatimah Kelurahan Nunukan Barat itu menelan dana sebesar Rp3 miliar.
La Sali menambahkan, berdasarkan informasi dari Dirjen PKLK segala kebutuhan anak-anak TKI akan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN termasuk biaya makan dan kebutuhan lainnya untuk perlengkapan mandi.
Keberadaan asrama ini, kata dia, dapat meringankan beban biaya mereka (anak TKI) yang dikeluarkan selama ini berupa sewa rumah dan biaya makan setiap hari namun tidak akan memaksakan agar masuk di asrama tersebut jika memang menolak.
Menurut dia, sebagian anak-anak TKI yang semuanya bekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit di Negeri Sabah menuntut ilmu di SMKN 1 Nunukan mengontrak rumah bersama keluarganya di daerah itu sehingga kemungkinan akan menolak apabila diminta mermasuki asrama tersebut.
Kepala SMKN 1 Nunukan juga mengatakan, asrama tersebut akan dibina dua orang guru Bimbingan Konseling SMKN 1 Nunukan dilengkapi dengan sekuriti (pengamanan) dilengkapi dengan kamera pengintai (CCTV).
“Aspek pengamanan di asrama itu menjadi perhatian khusus karena bergabung antara laki-laki dan perempuan walaupun berbeda gedung (kamar tidur),” kata dia.(anjas)