Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Gubernur Jateng Dukung Raperda Standarisasi Jalan

0

     Semarang, jurnalsumatra.com – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mendukung rancangan peraturan daerah tentang standarisasi jalan pada ruas jalan provinsi yang diajukan kalangan anggota DPRD Jateng.
“Secara prinsip, saya sangat mendukung raperda tentang standarisasi jalan yang merupakan inisiatif dewan,” kata Ganjar di Semarang, Jumat.
Menurut Ganjar, jalan merupakan infrastruktur yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di daerah.
“Bahkan, kondisi jalan menjadi indikator sederhana penilaian dari masyarakat atas keberhasilan pembangunan suatu daerah,” ujarnya.
Ganjar menjelaskan bahwa dalam konteks otonomi daerah seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No.34/2004 tentang Jalan, pembangunan infrastruktur jalan tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah pusat tapi juga pemerintah provinsi.
“Pada tataran inilah, sebuah dasar hukum berupa peraturan daerah yang mampu menjamin kebijakan pembangunan infrastruktur jalan sangat diperlukan karena pembangunan jalan memerlukan satu standar yang tidak hanya melahirkan kondisi baik tapi juga juga mengarahkan pada terciptanya kondisi aman, nyaman, dan ekonomis bagi masyarakat,” katanya.
Ganjar mengharapkan penyelenggaraan standarisasi jalan dapat memberikan arahan dan pedoman kepada pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan jalan, menyangkut kegiatan pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan pengawasan jalan agar diperoleh suatu keseragaman dalam definisi serta hirarki sistem jaringan jalan.
“Saya juga meminta kalangan anggota dewan ikut mengawasi proses pembangunan dan perbaikan ruas jalan sehingga kualitasnya terjaga,” ujarnya.
Sebelumnya, kalangan anggota DPRD Jateng mengusulkan tentang standarisasi jalan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan berkendara bagi masyarakat.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengatakan bahwa kondisi jalan yang baik akan menjadi dasar koneksitas antardaerah yang pada akhirnya mampu meningkatkan daya saing daerah tersebut, sebaliknya kondisi jalan yang buruk akan menyebabkan hubungan dan daya saing antardaerah buruk.
Hadi mengharapkan raperda tentang standarisasi jalan yang telah diusulkan tersebut memuat standarisasi tentang kecepatan rencana, lebar badan jalan, kapasitas jalan, persimpangan sebidang, fasilitas berputar balik, dan perlengkapan jalan.(anjas)