Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Warga Dua Dusun Salapian Belum Nikmati Listrik

0

Langkat, Sumut, jurnalsumatra.com – Warga dua dusun, Pajok dan Juma Suhi, di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, hingga kini belum menikmati aliran listrik, yang mengakibatkan daerah itu gelap gulita ketika malam tiba.
“Sudah sejak awal ada, warga dua dusun di sini gelap gulita karena ketiadaan listrik,” kata salah seorang warga, Sanimin, di Salapian, Sabtu.
Sanimin menjelaskan bahwa dusun yang belum menikmati listrik tersebut adalah Dusun Pajok dan Dusun Juma Suhi dengan jumlah warganya sebanyak 285 kepala keluarga.
Padahal sekitar tiga bulan lalu ada pengerjaan pemasangan jaringan listrik ke dusun mereka, namun sekarang malah belum juga selesai, sehingga warga belum dapat menikmati aliran listrik, katanya.
Warga yang telah cukup lama mengalami gelap gulita seperti ini  berharap pemasangan listrik itu merupakan sebuah harapan, namun kenyataannya pembangunannya mandek tidak selesai, sambungnya.
“Kalau begini terus sudah jelas kami terbelakang. Karena kami tidak dapat menerima informasi layaknya warga yang ada di kota. Di mana mereka setiap hari bisa menonton televisi dan tahu apa informasi yang berkembang. Sementara kami, sejak dulu sampai sekarang tetap begini terus,” katanya.
Sanimin menjelaskan pemasangan instalasi berupa tiang ke pelosok dusun sudah masuk, namun aliran listriknya hingga sekarang ini yang belum juga masuk.
“Jelas kami sangat meyayangkan belum masuknya aliran listrik ke instalasi yang dipasang itu, penyebabnya kami juga tidak tahu, kenapa bisa terbengkalai,” tambahnya.
Setahu warga di sini pengerjaan pemasangan tiang listrik tersebut sudah kira-kira sejak tiga bulan yang lalu. Namun, pengerjaan itu belum juga tuntas. “Jelas kami kecewa. Karena kalau begini terus, kami tetap hidup dengan gelap gulita,” ungkapnya.
“Kami berharap agar pihak terkait secepatnya menyelesaikan pengerjaan pemasangan instalasi listrik itu agar penerangan listrik dapat dirasakan warga. “Kalau ini teraliasi, tentunya kami merasa bahagia,” sambungnya.
Karena inilah harapan semua warga yang tinggal di dusun ini, agar mereka bisa menikmati listrik, untuk menerima informasi luas baik dari televisi, radio, maupun agar anak mereka dapat belajar dengan tenang dengan penerangan listrik, tidak seperti selama ini memakai lampu teplok, tambahnya.(anjas)