Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PT Waskita Rubah Tehknik Pemasangan Tiang Pembangunan LRT

0
IMG00722-20150429-1038

Zainuddin

Palembang, jurnalsumatera.com- Anggota dewan perwakilan rakyat (DPRD) Provinsi Sumsel yang duduk di Komisi IV bidang pembangunan Zainuddin mengatakan PT WASKITA Selaku Kontraktor yang mengerjakan Pembangunan LRT Akan merubah tekhnik penanaman tiang Pancang untuk jalur LRT.

Hal tersebut dikatakan Zainuddin setelah melakukan kunjungan kerja ke Kementrian Perhubungan dengan agenda kordinasi pembangunan LRT kota palembang.

“Kita menyampaikan permasalah yang terjadi dan keluhan masyarakat terkait pembangunan LRT karena dalam penanaman tiang pancangnya menimbulkan getaran dan mengganggu rumah masyarakat, sekitar.”Ungkap Zainuddin Kepada jurnalsumatra.com , Senin (10/1).

Selain itu, dampak dari penanaman tiang pancang tersebut, membuat jalan yang berada di titik-titk penanaman tiang pancang aspalnya menjadi rusak dan bergelombang.

“Jadi Dari hasil kordinasi pembangunan LRT hari ini pihak waskita mengatakan akan merubah tehknik penanaman tiang pancang itu dengan mengunakan system boor field, menurut mereka dengan tekhnik tersebut akan menanggulangi keluhan masyarakat yang kita sampaikan. Namun untuk merubah dan menggunakan tekhnik tersebut membutuhkan waktu cukup lebih lama dan memakan badan jalan lebih lebar sehingga jalan akan menjadi sempit.”Paparnya

Sementara, dampak dari adanya pembangunan LRT ini, timbul permasalahan yang terjadi dan harus diatasi. Seperti kemacetan yang hampir terjadi setiap hari di sejumlah titik dijalan protokol kota palembang.

Selain minimnya petugas yang standbay untuk mengatur arus lalu lintas (Lalin), masyarakat juga mengeluhkan banyak penutupan secara permanen tempat berputarnya kendaraan.

“Kami Menyarankan pihak terkait, untuk menggunakan sistem Dor Open (Buka tutup) pada sejumlah titik tempat berputar arah kendaraan, Sistem ini kami nilai bisa mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi dan dikeluhkan masyarakat.”Ucapnya.

Ditambahkanya. banyaknya titik-titik tempat berputarnya arah kendaran yang dibuat permanen seperti trotoar yang ada saat ini, sudah seharusnya dibongkar dan diganti dengan alat yang bisa dibukan dan ditutup (Dor open System).

” komisi IV menyarankan penutupan jalan menggunakan system Dor Open( artinya bila tidda ada kegiatan penutupan jalan tempat berputar arahnya kendaraan di buka sehingga pengendara bisa berfikir untuk mencari jalam lain dengan memutar arah, hal ini juga sudah kami sampaikan ke Kementrian perhubungan, selain itu banyak juga permasalah lain yang dikeluhkan masyarakat akibat dampak dari pembangunan LRT.”Tutupnya.[Dzakiyya]