Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Iqbal Romzi : Gafatar Alirat Sesat

0
iqbal-romzi

iqbal-romzi

Palembang, jurnalsumatra.com – Anggota Komisi VIII DPR‎ RI yang membidangi agama, sosial dan perempuan H. M Iqbal Romzi, ikut Angkat bicara terkait hilangnya beberapa orang yang direkrut ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) beberapa hari lalu.

Dikatakan wakil rakyat yang berasal dari daerah Pemilihan (Dapil II) provinsi Sumsel ini gerakan Gafatar ini sudah lama di fatwakan Majelis ulama Indonesia (MUI) termasuk golongan aliran yang sesat menyesatkan dan harus dibubarakan karena sudah melakukan penodaan dan penistaan terhadap ajaran agama islam yang sebenarnya.

“Saya mengimbau kepada pihak terkait khususnya pemerintah provinsi untuk cepat tanggap dan terus aktif memberikan informasi kepada masyarakat jika ada aliran yang dicurigai menyimpang dari ajaran agama, Seperti gerakan Gafatar ini.”ungkap Iqbal yang juga seorang ulama di sumsel kepada jurnalsumatra.com Rabu, (13/1).

Politisi dari Partai keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menambahkan dari informasi gerakan Gafatar ini sudah terbentuk sejak lama dan sudah terbentuk 24 DPD di Indonesia.

“Gerakan ini Sering berganti-ganti nama sejak berdiri hingga sekarang sudah beberapa kali berganti nama, namun untuk pengikut dan ajaran yang diajarkan masih tetap sama, namun menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya.”Terang mantan anggota DPRD Sumsel ini.

Pria kelahiran Sakatiga kabupaten OI ini menyarankan kepada pihak terkait, untuk segera mengatasi permasalah yang timbul di masyarakat terkait gerakan gafatar ini.

“Para ulama harus memberikan pemahaman-pemahaman tentang agama islam yang sebenarya kepada masyarakat, namun dalam memberikan pemahaman ajaran agama juga harus melihat dari berbagai sudut atau aspek supaya tindak menimbulkan gesesakan-gesekan konflik sosial.”sarannya.

Ia menambahkan, disinyalir organisasi ini terus bermetamorfosis dari satu nama dan bentuk tertentu kepada nama dan bentuk lainnya. Karena itu, diperlukan kerjasama sinergis antara pemerintah dan masyarakat.

“Sebetulnya, masyarakat paling tahu tentang perubahan yang ada di sekitarnya. Masyarakatlah semestinya ujung tombak dalam menjaga lingkungannya. Jika ada yang dinilai aneh dan menyimpang, bisa langsung dilaporkan kepada pihak berwenang,”ucapnya.

Selain itu, untuk mencegah agama yang dinilai menyimpang dan tumbuh berkembang pemerintah dituntut untuk proaktif melakukan sosilisasi tentang organisasi dan gerakan menyimpang yang saat ini ada di tengah masyarakat.

“melalui sosialisasi, pandangan kritis dari masyarakat dinilai akan mampu membangun, mengatasi. dan mencegah berkembangnya ajaran atau gerakan yang dinilai menyimpang yang bisa mempengaruhi aqidah, dengan begitu, masyarakat tidak mudah tergiur untuk masuk dan bergabung.”tutupnya.[Dzakiyya]