Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


MUI Sumsel Khawatirkan Afatar Embrio gerakan teroris

0
Logo_MUI

MUI Sumsel Khawatirkan Afatar Embrio gerakan teroris

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Maraknya pemberitaan terkait orang hilang yang diduga mengikuti aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) membuat organisasi ini bergerak cepat dengan mengganti nama baru.

Untuk mengantisipasi berkembangnya gerakan radikal fajar nusantara (Gafatar) di Provinsi Sumsel yang akhir-akhir ini heboh di pemberitaan media massa.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumsel H. Sodikun mengungkapkan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan mengantisipasi hingga terus memonitor keberadaan gerakan ini bersama pihak terkait dan MUI Pusat.

“Ini sudah menjadi masalah nasional kami juga akan melakukan rapat dan kordinasi dengan Menkopulhukam dan MUI Pusat pada tanggal (14-15) untuk melakukan langkah- langkah strategis mengatasi masalah ini dengan memetakan gerakan ini di masing-masing daerah di provinsi maupun di daerah seluruh Indonesia,” ungkap Sodikun pada jurnalsumatra.com,Rabu (13/1).

Sodikun yang juga pengurus di MUI Pusat ini menjelaskan, Gerakan Gafatar adalah sebuah gerakan yang tidak lepas dari tampilan dan inovasi-inovasi baru dimana gerakan ini mempunyai ideologis, keyakinan dengan kemahzaban dengan tampilan -tampilan yang selalu diperbarui.

“Mereka selalu berinovasi menampilkan hal-hal baru namun tetap saja aqidah dan keyakinannya seperti mengadopsi pengikut aliran Al Qiyadah Al Islamiyah Ahmad Musadeq,” terangnya.

Dalam melakukan perekrutan, gerakan ini biasnya melakukan kegiatan dengan tampilan- tampilan ekonomi, tampilan-tampilan seperti aliran Syiah dengan busana yang baru namun azaz keyakinanya sama dengan gerakan aliran Al Qiyadah Al Islamiyah Ahmad Musadeq.

“Ini masalah serius, kemrin ulama- ulama juga bersama Menkopolhukam membahas masalah bagaimana mengatasi supaya gerakan ini tidak timbul lagi menjadi gerakan dengan nama yang baru namun isinya sama dikhawatirkan akan menjadi menjadi gerakan teroris,” terangnya

Di Sumsel sendiri dikatakan Sodikun gerakan Gafatar ini bukan lagi hanya sebatas indikasi tetapi sudah tumbuh berkembang.

“MUI dan Kesbangpol Provinsi dulu sudah pernah memanggil perwakilan pengurus Gafatar ini, kita sudah menasehati mereka untuk tobat dan meninggalkan kebatilan, kita juga sudah memberikan pemahaman ajaran agama yang sebenarnya,” katanya.

Keputusan MUI mengeluarkan Fatwa bahwa gerakan ini merupakan aliran sesat dan menyesatkan sudah final. Alasannya dari fakta yang ada, ideologis gerakan ini sudah tidak sesuai dengan aqidah agama Islam sebenarnya. Bahwa aliran ini sudah sesat menyesatkan tentu ini gerakan yang haram

Gerakan ini sudah terorganisasi dan terstruktur bahkan mereka menargetkan kepengurusanya di setiap provinsi dan kabupaten/kota bahakan di tiap kecamatan dan kelurahan.

“Masyarakat perlu hati-hati dengan tampilan dengan busana baru gerakan ini, biasanya tampilan baru seperti kegiatan tawaran-tawaran untuk membantu orang yang susah sebagai modus mereka, karena target mereka untuk mudah untuk menanamkan keyakinan alirannya kepada orang tua dan masyarakat. Kita himbau jika melihat ada gerakan atau perubahan pada anak kita harus cepat tanggap dan mengkordinasikanya pada pihak terkait,” tandasnya.(yuyun)