Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Masyarakat Belum Paham Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

0

    Kupang, jurnalsumatra.com – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) wilayah NTT, Ishak mengatakan hambatan yang dihadapi untuk menjaring peserta adalah para pekerja belum paham manfaat menjadi peserta lembaga tersebut.
“Kurangnya para pekerja informal belum mau menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan karena memang mereka belum tahu hak-hak yang harus diperoleh saat menjadi anggota,” katanya di Kupang, Selasa.
Dia sering menyosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada kelompok-kelompok bukan penerima upah (informal) baik tukang ojek, nelayan, serta penjual-penjual di pasar.
BPJS juga mengandeng instansi-instansi terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan yang menaungi para nelayan di NTT, Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang menaungi para pedagang, serta sejumlah dinas lainnya yang memang menanungi para pekerja, baik informal maupun formal.
“Kita tidak bisa kerja sendiri. Kita butuh pihak lain juga untuk membantu menarik pekerja informal dan formal untuk bergabung bersama kami,” tuturnya.
Pada Desember 2015, BPJS juga sudah mengandeng Dinas Sosial NTT untuk menjaring 1.800 calon peserta dari kelompok bukan penerima upah untuk menjadi peserta jaminan sosial.
Jumlah tersebut diperoleh dari empat kabupaten/kota di NTT yaki Kota Kupang, Kabupaten Sabu Raijua, Malaka, dan Flores Timur. Jumlah peserta masing-masing daerah berkisar dari 300 sampai 600 orang.
“Dengan berbagai cara kita lakukan agar masyarakat bisa terlindungi jika menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan yang menjadi program dari pemerintah ini,” ujarnya.
Disamping kendala kurang adanya pemahaman dari masyarakat soal manfaat menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan, kendala lain adalah masih banyak masyarakat yang penyebaran pekerjaannya secara individu.
“Kalau mereka berada dalam naungan satu lembaga, atau komunitas kita bisa merangkul mereka, tetapi kalau sendiri-sendiri kita kesulitan,” tambahnya.
Tantangan terberat BPJS adalah sosialisasi ke daerah-daerah di pulau-pulau membutuhkan dana yang besar.
Untuk membantu hal tersebut, BPJS membangun sejumlah kantor  di beberapa daratan, baik Flores, Sumba, serta beberapa pulau besar lainnya.
“Nanti di Atambua juga akan mulai kita operasikan,” ujarnya.(anjas)