Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Longsor dan Banjir Bandang Gempur Lahat

0
Longsor dan Banjir Bandang Gempur Lahat

Longsor dan Banjir Bandang Gempur Lahat

Lahat, jurnalsumatra.com – Diduga tingginya intensitas curah hujan yang melanda Lahat, belakangan ini membuat beberapa Desa mulai, Desa Tanjung Agung, Kupang, Air Lingkar dan Lesung Batu, di Kecamatan Pagar Gunung (Pagun), menyebabkan tanah longsor, sehingga akses jalan tertutup dan banjir bandang yang menyapu bersih areal persawahan milik petani.

Kepala Desa (Kades) Tanjung Agung, Deka Junirta membenarkan, bahwasanya akses jalan menuju desa tertutup tanah longsor, sekitar pukul 04.00 WIB, Jum’at (15/1). “Benar, dan tanah longsornyo terjadi Jum’at (15/1) dini hari, sehingga menutup akses jalan lebih kurang sepanjang 30 meter, tanah yang jatuh tersebut tidak jauh dari jembatan Air Ugal penyeberangan sekitar 500 meter,” ujarnya, dibincangi jurnalsumatra.com Jum’at (15/1).

Nah, sambung Deka, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) telah melaporkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Pengairan.

“Bencana tanah longsor tersebut sudah kita sampaikan kepada Pemerintah Kecamatan yang diteruskan ke Pemda, dan alat berat (alber) sudah masuk dan mengangkut tanah yang menutup akses jalan tersebut,” tuturnya lugas.

Sedangkan, Camat Pagar Gunung, Abdul Haris Ssos saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa longsor yang terjadi di Kecamatannya. Menurut Haris, telah terjadi bencana alam tanah longsor di Desa Tanjung Agung dan Kupang, yang kesemuanya terjadi pukul 04.00 WIB, Jum’at (15/1).

“Sedangkan, untuk Desa Kupang tanah menutup jalan sepanjang lebih kurang 100 meter sedangkan di Tanjung Agung mencapai 30 meter, dan alat berat telah masuk ke lokasi tersebut sekaligus membersihkan tanah tinggal,” tambah Haris.

Tidak sampai disitu saja, sambung Haris, di Desa Lesung Batu dan Air Lingkar telah terjadi banjir bandang, sekitar pukul 04.00 WIB, Jum’at (15/1), dan menyebabkan padi yang baru ditanam petani tersapu bersih.

“Padi yang baru ditanam oleh petani diareal persawahan tersapu bersih akibat banjir bandang, seluas lebih kurang 50 hektar (Ha) dan kesemua kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada Pemerintah,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Lahat, Ahmad Hartawan ST MT didampingi Sekretaris, Mirza Azhary ST menyebutkan, pihaknya telah meluncurkan alat berat ke lokasi tanah longsor, agar dapat dibersihkan dan masyarakat dapat melintas di akses jalan tersebut.

“Setelah mendapat laporan, alat berat kita terjunkan ketitik lokasi, dan stanbay guna untuk membersihkan tanah lonsor, serta membersihkan runtuhan yang menutup akses jalan, agar aktifitas penduduk Desa kembali normal,” ucap Mirza. (Din)