Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Polisi Amankan Anggota Gafatar Di Pelabuhan Pontianak

0

Pontianak, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Kota Pontianak mengamankan dua orang terduga anggota Gafatar yang baru turun dari KM Bukit Raya dari Surabaya tujuan Pelabuhan Dwikora Pontianak, kata Wakapolresta Pontianak AKBP Veris Septiyansah.
“Hasil dari pemeriksaan dan razia terhadap penumpang KM Bukit Raya dari Surabaya tersebut, kami temukan dua orang yang memiliki dokumen tentang paham-paham Gafatar sehingga sementara ini, kedua orang tersebut sedang dilakukan pemeriksaan,” kata Veris Septiansyah saat memimpin langsung razia di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Sabtu.
Ia menjelaskan, atas temuan dan diamankannya dua orang yang memiliki paham-paham Gafatar tersebut, maka akan dilakukan pemeriksaan yang mendalam, guna mengetahui tujuan dan maksudnya ke Kalbar, yang dari pengakuannya akan bekerja di Kabupaten Sintang.
“Hingga saat ini kedua orang tersebut yang berinisial SM dan Zai masih tertutup. Mudah-mudahan dengan pemeriksaan intensif nantinya mereka bisa terbuka lagi,” ungkap Veris.
Veris menyatakan, dari razia dan pemeriksaan terhadap penumpang KM Bukit Raya dari Surabaya tersebut, pihaknya hanya menahan atau memeriksa dua orang yang dalam bawaannya ditemukan paham-paham Gafatar dan sejumlah buku lainnya tentang mekanika tentang kelistrikan.
Wakapolresta Pontianak menambahkan, dilaksanakannya razia dan pemeriksaan terhadap ratusan penumpang KM Bukit Raya dari Surabaya tujuan Pontianak dan sebaliknya untuk mencegah masuknya teroris ke Kalbar.
“Pemeriksaan terhadap penumpang di Pelabuhan Dwikora Pontianak ini, atas perintah kapolri yang intinya meningkatkan penjagaan terhadap pintu-pintu masuk dalam negeri dan luar negeri, baik melalui bandara, pelabuhan laut dan Pos Pemeriksaan Lintas (PLB) darat dengan negara lain,” ujarnya.
Semua objek vital dan pintu-pintu masuk pasca ledakan bom di kawasan Sarinah, Jakarta, saat ini dijaga ketat oleh aparat kepolisian dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti masuknya teroris atau pelaku kejahatan lainnya.
“Pelabuhan Dwikora adalah salah satu pintu masuk ke Kalbar, hal ini sudah sesuai dengan intruksi kapolri dan kapolda Kalbar, dalam mencegah masuknya teroris ke Kalbar,” ujarnya.
Veris menambahkan, pola pengamanan dan peningkatan keamanan seperti itu, dilakukan hingga status siaga satu dicabut oleh kapolri.
Sementara itu, SM salah seorang penumpang KM Bukit Raya dari Surabaya menyatakan, dia dan dua temannya datang ke Kalbar untuk bekerja disalah satu perusahaan perkebunan sawit di Kabupaten Sintang.
Hingga saat ini SM dan temannya masih dilakukan pemeriksaan di Pos KP3L (Kepolisian Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut) Pontianak yang jaraknya sekitar seratus meter dari Pelabuhan Dwikora Pontianak.
SM sempat pingsan ketika akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, sehingga pihak kepolisian yang melakukan razia tersebut sempat mencurigai dia dan teman-temannya, sehingga dilakukanlah pemeriksaan secara itensif.(anjas)