Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


USAID Prioritas Jembatani LPTK-Pemkab Kembangkan Kapasitas Guru

0

Yogyakarta, jurnalsumatra.com – USAID Prioritas menjembatani Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 13 pemerintah kabupaten di Jawa Tengah dalam mengembangkan kapasitas guru dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kegiatan itu dikemas dalam sebuah lokakarya perencanaan strategis pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB),” kata Koordinator USAID Prioritas Jawa Tengah Nurkolis di sela lokakarya tersebut di Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, kegiatan itu merupakan ajang transaksi kegiatan yang bisa difasilitasi LPTK dan kegiatan yang dibutuhkan kabupaten dalam rangka pengembangan kapasitas SDM dan peningkatan kualitas pendidikan di daerah sebagai bagian dari kegiatan PKB.
Dalam kegiatan itu, USAID Prioritas melanjutkan kegiatan PKB dalam mengembangkan sistem perencanaan yang terintegrasi baik secara horizontal melalui forum SKPD di tingkat kabupaten/kota maupun secara vertikal dengan LPMP, LPTK, Dinas Pendidikan, dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag).
Ia mengatakan “out put” dari pertemuan tersebut adalah draf perencanaan strategis PKB yang terintegrasi dengan sumber perencanaan lainnya seperti LPMP, LPTK, Dinas Pendidikan, Kanwil Kemenag, forum kegiatan guru, kepala sekolah, dan pengawas di daerah.
“Tercatat dari 13 kabupaten di Jawa Tengah tersebut jumlah guru SD yang memerlukan pelatihan setiap tahun sebanyak 45.899 orang, SMP 12.535 orang, MI 12.075 orang, dan MTs 12.042 orang,” kata Nurkolis.
Advisor Manajemen dan Pemerintahan USAID Prioritas Mark Heyward mengatakan setelah masing-masing pihak mendapatkan masukan dan memiliki draf, tindak lanjutnya adalah mereka akan membuat mekanisme pengelolaan dan pemanfaatan “cost share” dana APBD, BOS, dan TPP.
“Selanjutnya membuat Memorandum of Understanding (MoU) antara berbagai pihak yang bermakna, artinya bagaimana MoU tersebut betul-betul bisa dilaksanakan dan membuat desain dan kebijakan bagaimana PKB tersebut bisa melembaga sehingga kesinambungannya terjaga,” kata doktor asal Australia itu.(anjas)