Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Ormas Adat Minta Tidak Ada Pemadaman Listrik

0

    Manado, jurnalsumatra.com – Aliansi Makapetor dan organisasi massa(Ormas) adat di Sulawesi Utara (Sulut) melakukan unjuk rasa damai di Kantor PLN  Sulutenggo, mendesak tidak ada lagi pemadaman listrik di daerah itu.
Kedatangan pengujuk rasa tersebut, diterima General Manager PLN Sulutenggo Baringin Nababan didampingi sejumlah manager pada perusahaan itu, di Manado, Rabu.
Wellem Sigar Kumaunang salah seorang koordinator lapangan antara lain mengatakan PLN untuk bertanggung jawab terkait dengan pemadaman listrik yang terjadi di daerah itu.
“Akibat pemadaman listrik banyak masyarakat yang mengalami kerugian,” katanya.
Dia mengatakan pemadaman listrik yang terjadi saat ini, terparah selama ini.
Bahkan pemadaman listrik terjadi sampai selama 30 jam pada hampir seluruh daerah di Sulut.
“Meminta PLN melakukan langkah-langkah supaya dalam waktu 3 x 24 jam tidak ada pemadaman listrik di daerah itu,” katanya.
Dia mengatakan berdasarkan UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan UU nomor 30 tahun 2009 tentang tenagakelistrikan, PLN harus mengganti alat elektronik masyarakat yang rusak akibat pemadaman listrik tersebut.
General Manager PLN Sulutenggo Baringin Nababan mengatakan mengatasi saat ini PLN mengalami defisit listrik dan upaya yang dilakukan saat ini mengatasi defisit tersebut.
“Penyelesaian defisit ini belum selesai secara optimal semuanya,” katanya.
Pada saat tersebut Baringin Nababan juga menjelaskan sejumlah program dari PLN dalam upaya kehadiran sejumlah pembangkit listrik di wilayah tersebut.
Sebelumnya para pengujuk rasa tersebut mendatangi DPRD Sulut dengan membawa aspirasi yang sama.(anjas)