Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PAKEM Rekomendasikan Gafatar Menyimpang Dari Islam

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) merekomendasikan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) merupakan ormas yang kegiatannya berkedok sosial, kenyataannya telah menyimpang dari agama Islam.
“Gafatar yang menyatakan dirinya sebagai ormas yang kegiatannya berkedok melakukan kegiatan sosial, namun dalam kenyataannya telah mengajarkan dan menjalankan ajaran agama yang berindikasi menyimpang dari ajaran pokoknya, yaitu agama Islam kepada pengikutnya,” kata Wakil Ketua Pakem Pusat, Adi Toegarisman.
Ia mengemukakan hal itu, seusai rapat koordinasi tim Pakem Pusat yang berasal dari Kemendagri, TNI, Polri, MUI, dan Kemenag di Jakarta, Kamis.
Dikatakan, dari hasil pertemuan itu yang berupa rekomendasi akan diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk segera menerbitkan fatwa terkait gerakan Gafatar.
Dalam pertemuan itu sendiri, masing-masing perwakilan telah menyampaikan hasil investigasi yang hasilnya berupa simpulan berupa rekomendasi.
Bahwa Gafatar merupakan metamorfosis dari Komunitas Millah Abraham (Komar) yang sebelumnya juga merupakan metamorfosis dari Al Qiyadah Al Islamiyah.
Aliran tersebut telah dilarang dengan Keputusan Jaksa Agung Republik Indoenesia Nomor : KEP-116/A/JA/11/2007 yang didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 04 tahun 2007 tentang aliran Al Qiyadah Al Islamiyah.
Ia menyebutkan ajaran Millah Abraham juga mempercayai Ahmad Moshaddeq adalah Al Masih Al Maw’ud, Mesias yang dijanjikan untuk umat penganut ajaran Ibrahim/Abraham meliputi Islam, Bani Ismail dan Kristen (Bani Ishaq) menggantikan Nabi Muhammad SAW.
Dijelaskan, tim Pakem menganalisa dan mempelajari dari perkembangan masyarakat. Selanjutnya memikirkan pembinaan terhadap mantan pengikut ajaran ini.
“Kita lihat bagaimana mengefektifkan pembinaan dari kita,” tukasnya.
Nantinya setelah mendapatkan fatwa dari MUI, akan ada penandatanganan untuk peringatan kepada Gafatar tidak melakukan kegiatan itu lagi, tegasnya.(anjas)