Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Dua Warga Aceh Barat Terjangkit DBD

0

Meulaboh, Aceh, jurnalsumatra.com- Dua warga seputar kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) sejak daerah itu memasuki musim penghujan pada awal 2016.
Kasi pemberantasan penyakit menular pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Barat Rasmuddin di Meulaboh, Jumat, mengatakan kedua korban itu sudah dirawat pihak Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien dan dapat tertolong dengan cepat begitu diketahui positif DBD.
“Kedua orang ini sudah istirahat, rumah mereka di Jalan Gajah Mada seputar Meulaboh. Yang kena ini dua orang dalam satu rumah berstatus ibu dan anak. Tindak lanjut sudah dilakukan penyemprotan untuk membasmi jentik nyamuk dilokasi rumah mereka,” katanya.
Rasmuddin mengatakan Dinkes sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan (fogging) di lokasi rumah dan sekitar tempat ditemukan jentik nyamuk agar tidak meluas ke pemukiman lain, bahkan sebelum kedua korban dipulangkan dari rumah sakit.
Sementara itu, selama 2015 korban DBD berjumlah 59 kasus yang ditemukan dalam empat kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dari temuan pada 2014 sebanyak 87 kasus.
Kasus DBD dominan ditemukan pada setiap awal tahun, seperti pada Januari 2015 ditemukan sebanyak enam kasus, kemudian pada akhir tahun sebanyak lima kasus karena bulan itu merupakan awal musim penghujan.
Kedua korban merupakan kasus pertama sejak memasuki 2016 dan diharapkan tidak bertambah dengan adanya kesadaran masyarakat peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama tidak membiarkan adanya genangan air.
“Dari data-data tahun sebelumnya memang dominan kasus ditemukan pada awal tahun dan akhir tahun, tapi tidak ada yang meningal dunia selama 2015. Pada prinsipnya waspada DBD itu bukan hanya musim penghujan,”sebutnya.
Secara umum, dari 12 Kecamatan Kabupaten Aceh Barat, hanya empat kecamatan yang endemik kasus DBD, terutama Kecamatan Johan Pahlawan yang merupakan kawasan perkotaan.
Untuk upaya preventif DBD selama 2016, Dinkes menyusun program mulai dari sosialisasi penyehatan lingkungan dan melakukan deteksi kawasan tempat mudah bersarang jentik nyamuk.
Rasmuddin mengatakan nyamuk yang membawa virus dengue DBD tidak hanya muncul di saat musim penghujan tapi juga saat cuaca panas, karena jentik nyamuk itu dapat berkembang dalam genangan-genangan air minuman sampah plastik.
“Memang cenderung kasus banyak ditemukan di kota, karena posisinya tidak mesti saat hujan tapi dari buangan bekas plastik air minum bahkan kolam ikan hias pada rumah, itu bisa menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk itu,” katanya menambahkan.(anjas)