Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Polres Simulasi Penanganan Kerusuhan Di PN Temanggung

0

     Temanggung, jurnalsumatra.com – Puluhan anggota Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, menggelar simulasi penanganan kerusuhan di Pengadilan Negeri Temanggung, Jumat.
Simulasi tersebut diawali massa mengikuti sidang pembunuhan di ruang sidang utama PN Temanggung. Dalam persidangan tersebut beberapa kali pengunjung membuat kegaduhan dan dapat diatasi oleh sejumlah polisi yang berjaga.
Namun, pada akhir sidang pengunjung membuat kericuhan dan menyerbu terdakwa karena tidak puas dengan hasil putusan majelis hakim. Sejumlah polisi yang telah siaga di pengadilan tersebut dengan langkah cepat mengamankan terdakwa.
Selain itu, polisi juga mengevakuasi majelis hakim, jaksa, dan penasehat hukum ke tempat yang aman. Polisi selanjutnya mendesak massa keluar area pengadilan dan membubarkannya. Sejumlah warga yang diduga sebagai provokator ditangkap untuk dimintai keterangan.
Usai simulasi penanganan kerusuhan, dilanjutkan simulasi penangangan kebakaran oleh tim Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung
Ketua Pengadilan Negeri Temanggung Frida Ariyani mengatakan simulasi sangat penting untuk meningkatkan standar kualifikasi administrasi yang disyaratkan serta melatih staf dan pegawai pengadilan negeri bila memang terjadi secara nyata.
“Pada 2011, pernah terjadi kerusuhan di PN Temanggung. Kami tidak ingin kembali terjadi sehingga perlu latihan penanganan kerusuhan maupun bencana,” katanya.
Ia menuturkan simulasi melatih pegawai PN agar bisa mengantisipasi kejadian-kejadian yang membahayakan keselamatan baik pegawai pengadilan serta majelis hakim, jaksa, masyarakat pengunjung, terdakwa atau terpidana dan penasehat hukum.
“Dalam penanganan kebakaran tidak hanya penyelamatan orang tetapi juga dokumen atau arsip-arsip penting,” katanya.
Kasubagops Polres Temanggung Kompol Sugiyatmo menggatakan ada sekitar 60 persnel yang terlibat dalam simulasi. Mereka dari fungsi intelijen, Reskrim, Lalu lintas dan Sabhara. Dalam pengamanan sidang mereka menjalankan fungsi masing-masing secara optimal.
“Dalam pengamanan sidang tidak hanya untuk petugas hukum, tetapi juga masyarakat, terdakwa, dan terpidana, serta pengamanan lalu lintas,” katanya.(anjas)