Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Harga Minyak Merosot, Pilona PHK 54 Karyawan

0
Kantor PT Pilona.

Harga Minyak Merosot, Pilona PHK 54 Karyawan

Lahat, jurnalsumatra.com – Lantaran harga minyak dunia saat ini menyentuh angka 28 dolar perBarel membuat PT Pilona terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), kepada 54 orang karyawannya.

PHK dilakukan oleh perusahan terhadap puluhan karyawannya ini, dikarenakan, jumlah produksi yang dinilai tidak sebanding dengan pengeluaran menjadi alasan utama subKontraktor PT Pertamina tersebut menempuh jalur pemecatan meskipun mendapat tentangan keras dari para karyawan.

Humas PT Pilona Imran mengatakan, saat ini produksi yang dilakukan perusahaan hanya mencapai 180 Barel sehingga sangat tidak memungkinkan lagi untuk mempertahankan karyawan yang ada. Sebelumnya sebanyak 22 orang karyawan sudah dirumahkan dan telah diberikan uang pesangon meskipun tidak besar.

“Memang ada karyawan yang protes namun bukan demo, PT Pelona sudah tidak sanggup membayar gaji sehingga merumahkan karyawan demi menyelamatkan perusahaan,” tegas Imran, Senin (25/1) pada jurnalsumatra.com.

Menurutnya, saat beroperasi PT Pilona memiliki sebanyak Enam unit Alat berat dan beberapa kendaraan operasional namun semuanya sudah diserahkan kePT Pertamina. Dan mengenai protes dari karyawan yang menuntut hak nya seperti pesangon dan gaji saat ini perusahaan aedang mencari solusi.

“Kita bukannya menghindar namun sedang mencari solusi, dan jika dananya ada maka semua hak karyawan akan diberikan. Saat ini sudah kita serahkan kePertamina dan karyawan yang bekerja adalah statusnya subkon,” kilah Imran saat dikonfirmasi jurnalsumatra.com.

Namun, Iys salah satu karyawan PT Pilona mengatakan, kiranya kondisi yang ada tidak memberatkan karyawan yang telah bekerja cukup lama. Untuk kondisi yang ada bisa dimaklumi namun hak-hak karyawan seperti pesangon dan tunjangan yang belum dibayar kiranya dalap langsung diselesaikan.

“Intinya kami disini menuntut kepastian nasib, perusahaan harus memberikan penjelasan yang tidak membingungkan jika kami benar-benar harus dirumahkan kami yang ada saat ini,” tanya Iys dengan lantang. (Din)