Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Usai Mingguan, Siswi SMK Gantung Diri Dikamar Kost

0
Usai Mingguan, Siswi SMK Gantung Diri Dikamar Kost

Usai Mingguan, Siswi SMK Gantung Diri Dikamar Kost

Lahat, jurnalsumatra.com – Sekitar pukul 13.00 WIB, warga seputar Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Kota Lahat, tepatnya disamping Pom Bensin, kemarin Senin (25/1), mendadak heboh dan menjadi kerumbunan orang.

Pasalnya, disebuah kamar kostan milik Nerlela ditemukan sosok Intan  (17), yang diduga siswi kelas 1 SMKN 2 Lahat ini, ditemukan sudah tidak bernyawa lagi alias tergantung dengan lidah menjulur. Dugaan sementara kasus bunuh diri seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri ini, hingga berita diturunkan belum dapat diketahui apa penyebab korban mengakhiri hidupnya dengan cara yang sadis tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan yang berhasil  dikutip dari Messy, bibi korban. Minggu (25/1) siang, korban sempat berpamitan ingin jalan jalan sama seseorang teman dekat pria korban. Kemudian korban pulang sebelum waktu magrib, dan masih sempat ngobrol ngobrol dengannya.

“Nah, pas dio balek tu biaso biaso bae, kami lihat motor kawannya tu nganter sampe depan gerbang rumah ni,” ungkap gadis belia yang juga masih duduk di kelas 3 SMAN 3 Lahat ini, disela isak tangisnya.

Lalu sambung Messy, melam harinya Ia mengirim sebuah pesan singkat melalui SMS ke HP milik korban, bahwa ia mau pinjam wadah nasi milik korban, dan saat itu korban masih menjawab SMS tersebut.

“Pas dibalasnyo SMS aku tu. Yo ambek bae samo aku besok bik,” kata Messy, menirukan isi balasan SMS dari Intan.

Sesuai janjinya, pagi pagi sekitar jam 8. Messy menggedor pintu kamar kost korban, guna mengambil wadah nasi yang dijanjikan. Namun setelah beberapa kali di gedor, pintu tidak juga dibuka. Karena ia buru buru mau pergi sekolah. Messy pun tidak jadi meminjam barang yang dimaksud, dan langsung berangkat ke sekolah dengan tidak menunggu hingga Intan bangun.

“Berapo kali bae aku ketuk pintunya, tapi dak dibukanyo. Terus aku sms, dan ditelpon berulang ulang dak diangkatnya. Karno aku takut terlambat sekolah, terus aku pergi sekolah,” cerita Messy, sembari menambahkan bahwa Intan diketahui selama setengah tahun ia mengontrak dikamar itu, dikenal anak yang baik, sopan, ramah dan tidak cengeng.

Melihat anak kost nya dari pagi hingga siang belum juga keluar kamar. Setelah pulang kerja, pemilik kost Nurlela, menyuruh anaknya bernama Roy, untuk mengintip dari sela sela atap rumah, namun tidak dapat melihat dengan jelas.

“Karena dari atap tidak terlihat, maka Roy ngintip dari sela bagian bawah pintu. Dari sinilah kecurigaan kami mulai timbul, sebab hanya terlihat kaki korban terkulai dilantai,” tambah wanita yang baru saja sehari pulang dari Kota Palembang ini.

Atas kesepakatan bersama, pintu kamar Intan kemudian didobrak oleh Roy. Setelah pintu terbuka, didapati gadis mungil ini tak bernyawa lagi, dengan kondisi leher terikat tali dan tergantung, dengan lidah menjulur.

“Nian aku terkejut waktu aku jingok Intan gantung diri, dipanggil panggil lah dak nyaut lagi,” tutur Roy.

Kejadian ini sontak saja membuat para tetangga korban terkejut, dan beramai ramai melihat kondisi korban yang terkulai tak bernyawa lagi. Musibah ini pun telah dikabarkan kepada orangtua Intan yang tinggal di Kecamatan Tanjung Sakti.

“Setelah dipastikan Intan sudah meninggal, lalu kami telpon pihak polisi. Sebab kami dak berani nak megangnyo sebelum ado polisi datang,” ujar Nurlela.

Kelang beberapa menit, sekitar jam 14:45 WIB, petugas Identifikasi Polres lahat pun tiba di lokasi kejadian. Setelah dilakukan identifikasi. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Lahat, guna dilakukan autopsi.

Sementara itu, baik pihak kepolisian, maupun warga setempat belum dapat menjelaskan, apa yang menyebabkan gadis bertubuh langsung ini nekad mengakhiri hidupnya didalam kamar sendirian.

“Yang kami tau, Intan dak pernah adi musuh. Dan dio baik sami kawan kawannya. Dak, tau jugo kalu dio nak berakhir seperti ini,” terang Nurlela lagi. (Din)