Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Pedagang Jambi Laporkan Oknum Trantib Diduga Pungli

0

Jambi, jurnalsumatra.com – Sejumlah pedagang di Jl Leimena Kecamatan Pasar, Kota Jambi, Senin, melaporkan oknum keamanan dan ketertiban (Trantib) Kecamatan Pasar ke pihak Kepolisian Sektor Pasar karena adanya dugaan pungutan liar oleh oknum tersebut.
Sejumlah pedagang melaporkan ke Polsek dengan didampingi Camat Pasar dan sejumlah tim investigasi yang dibentuk Wali kota Jambi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Seorang pedagang yang ditipu, Rian mengatakan, pihaknya telah membayar uang sebesar Rp4,1 juta untuk mendapatkan kios kepada oknum yang mengaku menjadi petugas trantib Kecamatan Pasar tersebut.
“Saya sampai sekarang tidak mendapat kios untuk jualan, padahal sudah bayar kepada oknum tersebut dan sampai sekarang uang saya belum dikembalikan,” kata Rian di Mapolsek.
Pedagang lainnya Zain mengatakan bahwa dirinya juga telah membayar Rp15 juta pada oknum tersebut dan sampai sekarang juga belum mendapatkan kiosnya yang dijanjikan oleh oknum itu.
Camat Pasar Kota Jambi, Mustari Afandi mengatakan, dengan adanya laporan ini bisa menjadi titik terang dan bisa diselesaikan dengan baik, karena sebelumnya oknum trantib yang melakukan pungli itu sudah dipecat.
Pihaknya juga juga mengimbau agar masyarakat dapat melaporkan hal tersebut jika ada yang melakukan tindakan yang sama dan mengharapkan persoalan tersebut tidak terjadi lagi.
Sementara itu, Kapolsek Pasar AKP Ridwan Hutagaol mengatakan, pihaknya berjanji akan menindak lanjuti persoalan ini sesuai dengan berita acara dari hasil pelaporan tersebut .
“Korban melapor pada kepolisian mengalami kerugian hingga Rp40 atau Rp50 juta. Jika barang bukti dan saksi cukup maka akan segera tetapkan tersangka sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya menjelaskan.
Tim investigasi yang merupakan Asisten I Wali kota Jambi, Mukhlis mengatakan, pihaknya telah menggali informasi terkait adanya pungutan liar tersebut dan telah menemui Camat Pasar Kota Jambi dan pedagang pasar di Leimana.
“Ternyata memang ada pedagang yang menyerahkan uang kepada oknum yang mengaku trantib, sedangkan yang bersangkutan bukan anggota trantib,” ujar Mukhlis.
Dikatakan Mukhlis, pedagang di tipu oleh oknum trantib tersebut dengan memberikan uang kepada oknum trantib supaya mendapat kios untuk jualan, padahal kios tersebut diberikan secara gratis kepada pedagang yang sebelumnya direlokasi.
“Banyak pedagang yang sudah ditipu dan uangnya belum dikembalikan,” kata Mukhlis menambahkan.(anjas)