Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Setelah Mogok Belasan Jagal Mataram Kembali Beraktivitas

0

     Mataram, jurnalsumatra.com – Belasan jagal di Rumah Potong Hewan Majeluk Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa pagi kembali melakukan aktvitas pemotongan setelah Senin (25/1) melakukan aksi unjuk rasa dengan mogok memotong hewan.
“Alhamdulillah, tadi pagi aktivitas sekitar 18 jagal di Rumah Potong Hewan (RPH) Majeluk, kembali normal,” kata Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Selasa.
Beraktivitasnya kembali belasan jagal di RPH Majeluk itu, karena DPKP telah mengajak perwakilan dari jagal untuk bertemu langsung dengan pihak Pemerintah Provinsi NTB terkait dengan dugaan jagal yang menyangka terjadinya kelangkaan sapi potong akhir-akhir ini karena pemerintah banyak mengirim ke luar daerah.
“Hal itu hanya dugaan jagal saja, sebab sejak 1 Januari hingga hari ini, pemerintah provinsi tidak pernah mengeluarkan rekomendasi pengiriman sapi potong,” katanya.
Selain itu, mereka juga menuntut agar harga daging sapi di Kota Mataram bisa dinaikkan, sebab harga daging sapi di Mataram yang berkisar Rp100-110 per kilogram adalah harga terendah jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya.
“Setelah para jagal mendapatkan penjelasan langsung  dari pemerintah provinsi, mereka sepakat hari ini kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Menurut dia, jumlah sapi yang dipotong hari ini mencapai 25 ekor, jumlah itu naik dari pemotongan sebelumnya yang hanya 15 ekor.
Kemungkinan hal itu terjadi karena kekosongan stok daging sapi akibat aksi mogok yang dilakukan para jagal Senin (25/1).
Sementara terkait masalah harga, daging sapi saat ini dijual Rp125 ribu per kilogram. Harga tersebut, lanjutnya, juga mengalami kenaikan dari harga normal dengan kisaran Rp100-110 ribu per kilogram.
“Kita berharap kenaikan harga ini dapat dimaklumi oleh masyarakat dari pada tidak daging, karena dari pengakuan para jagal harga daging sapi di Mataram paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, lanjut Mutawalli, berdasarkan hasil komunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTB menyebutkan stok sapi potong di daerah ini cukup untuk kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.(anjas)