Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Warga Tempirai Tuntut Tanggung Jawab Protek Sindo Utama Mulia

0
Warga Tempirai Tuntut Tanggung Jawab Protek Sindo Utama Mulia

Warga Tempirai Tuntut Tanggung Jawab Protek Sindo Utama Mulia

PALI,  jurnalsumatra.com – Puluhan warga desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab(PALI), menghadiri rapat tentang tuntutan mereka terhadap PT.Protek Sindo Utama Mulia menuntut mengganti rugi akibat terbakar.

Kebakaran hutan lahan kebun ini diduga  akibat api yang berasal dari lahan milik PT Protek Sindo Utama Mulia, sa’at musim kemarau beberapa bulan yang lalu, namun hingga kini belum ada tanda tanda niat baik pihak perusahaan akan mengganti rugi lahan kebun warga yang terbakar tersebut.

Akhirnya hari ini puluhan warga tempirai ini meminta kepada DPRD untuk memfasilitasi tuntutan mereka terhadap perusahaan,”Tuntutan puluhan warga ini pun disampaikan dalam rapat di gedung paripurna DPRD Kabupaten penukal abab lematang ilir(PALI), DPRD pun begitu mendapat laporan dari masyarakat menggelar rapat yang bertujuan mecari kemufakatan dari PT.Proteksindo Utama Mulia, puluhan warga tempirai ini dikoordinatori oleh Hargianto yang menyampaikan tuntutan mereka, selasa(26/01/2016).

Dalam penyampaiannya”,Hargianto,selaku juru bicara warga tempirai,menyampaikan tututan warga yakni tentang dasar – dasar kami menuntut PT.PROTEKSINDO Utama Mulia,” kami lihat lahan perkebunan Protek terlihat kurang terawat sehingga saat kemarau tadi terbakar bahkan dari pantauan masyarakat tempirai selama kurang lebih 2 tahun ini lahan perusahan ini kurang terawat,” sehingga ketika ada sumber api yang terjadi dilahan perusahaan itu, cepat sekali merambat ke perkebunan kami masyarakat tempirai,” terang Hargianto.

Berdasarkan feripikasi dilapangan,dari dinas pertambangan,energi dan lingkungan hidup, kabupaten penukal abab lematang ilir (PALI),membenarkan adanya titik api,dari Pt.protek sindo utama mulia,dan berdasarkan undang undang ( UUD ),Republik Indonesia,No 32 tahun 2009,tentang pengelolahan lingkungan hidup, pasal 27 ayat 1,tentang ganti rugi, masyarakat berhak melakukan penuntutan ,melalui perwakilan atau kelompok, apabila mengalami kerugian,” paparnya.

Lebih lanjut,”Hargianto” menjelaskan bahwa Api yang berada di “PT.PROTEKSINDO Utama Mulia,”mulai di ketahui oleh masyarakat pada tanggal 8 oktober 2015 yang lamanya sampai pada tanggal 23 oktober 2015,” pada saat itu Api tersebut merambat ke perkebunan milik masyarakat tempirai, maka dari itu masyarakat menganggap perusahaan telah lalai dalam mengatasi masalah api tersebut karena lamannya api lebih kurang 15 hari,masyarakat menganggap perusahaan ada unsur melakukan pembakaran dengan sengaja,” dari kebakaran tersebut berakibat pada lahan masyarakat yang juga ikut terbakar seluas 92 hektar,diprediksi nilai  kerugian mencapai 13 miliyar, ujarnya.

Adapun tuntutan Hargianto selaku perwakilan puluhan warga pun berharap, kepada pemerintah kabupaten penukal abab lematang ilir (PALI), bersama dengan DPRD dapat menstop kegiatan  perusahaan tersebut serta dibekukannya izin perusahaan sampai ada kata mupakat bahwa perusahaan siap mengganti rugi.

Puluhan masyarakat merasa sangat dirugikan oleh perusahaan ini akibat kebakaran beberapa bulan lalu,selain itu dikatakannya bahwa kebun kami adalah satu – satunya harapan kami,” makanya mereka meminta kepada perusahaan jangan ssmpai menghacurkan masa depan keluarga kami dan anak anak kami,” sekitar 3 bulan ini pihak pimpinan perusahaan tidak ada itikad baik terhadap masyarakat yang terkena kebakaran yang di akibatkan perusahaan nya,”sudah cukup kami bersabar,jelasnya.

Selama adanya perusahaan ini masyarakat belum pernah merasakan keuntungannya, seperti plasma yang dijanjikan, tidak ada kejelasannya, ikan air payau habis,kayu – kayu habis,bahkan di daerah kami tidak ada lagi resapan air,musim hujan kebanjiran,kemarau kami mengalami kekeringan.

Kami berharap kepada DPRD dan  pemerintah kabupaten PALI,untuk dapat membantu kami menyelesaikan persoalan ini serta menindak tegas Perusahaan tersebut,”utupnya.(Yongky)