Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


BPBD Sleman Kembali Ingatkan Waspada Pohon Tumbang

0

    Sleman, jurnalsumatra.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman angin kencang dan pohon tumbang pada puncak musim hujan tahun ini.
“Memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan hingga pertengahan Februari ini, masyarakat diimbau waspada resiko pohon tumbang. Sejak dini perlu dilakukan upaya antisipasi dengan memangkas pohon yang dirasa rawan tumbang,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sleman Julisetiono Dwi Wasito, Sabtu.
Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena kejadian pohon tumbang di Kabupaten Sleman pada tahun lalu jumlahnya cukup tinggi.
“Sepanjang 2014 setidaknya ada 60 kali peristiwa pohon tumbang di wilayah Kecamatan Sleman, Seyegan, Mlati, Pakem, dan Moyudan. Bahkan pada bulan April 2015, sekitar 400 batang pohon roboh dalam satu kali kejadian bencana,” katanya.
Ia mengatakan, meskipun salah satu upaya kewaspadaan dengan melakukan pemangkasan dahan pohon, namun dalam hal pemangkasan pohon ini, masyarakat diingatkan agar tetap berpedoman pada aturan pelestarian lingkungan.
“Pohon yang dipangkas tidak boleh sembarangan, tapi dipilih yang kondisinya rawan. Semisal daunnya sangat lebat, batangnya terlalu tinggi atau sudah keropos,” katanya.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman Indra Darmawan mengatakan, pihaknya sudah mulai melakukan perabasan pohon yang tergolong berisiko tinggi dan rawan tumbang.
“Kami ada tim yang menilai faktor risiko. Tim sudah bergerak di beberapa kecamatan sejak beberapa waktu lalu,” katanya.
Menurut dia, selain hasil penilaian tim, penentuan titik pohon yang akan dipangkas juga didasarkan pengalaman tahun sebelumnya. Jika suatu daerah pernah ada kejadian pohon tumbang maka wilayah tersebut juga akan disisir.
“Dalam kegiatan ini kami bekerjasama dengan BPBD Sleman,” katanya.
Ia mengatakan, dari data yang dimiliki Pemkab Sleman, jumlah pohon perindang di wilayah Sleman ada sekitar 22 ribu batang. Pendataan sementara yang termasuk kategori rawan dan perlu secepatnya ditebang ada 50 batang.
“Jika masyarakat punya informasi pohon yang perlu dipangkas, bisa melapor kepada kami. Petugas akan menindaklanjuti,” katanya.
Indra mengatakan, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, pihaknya rutin mengadakan sosialisasi termasuk tentang cara identifikasi pohon yang layak dipangkas.
“Dengan edukasi ini diharapkan masyarakat dapat mengidentifikasi pohon-pohon yang rawan, dan tidak asal melakukan pemangkasan pohon,” katanya.(anjas)