Warga Sampit Dianiaya Satpam Perkebunan Sawit

0

      Sampit, jurnalsumatra.com – Rahman, warga Desa Kapuk Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menjadi korban penganiayaan puluhan Satpam perkebunan sawit PT Mentaya Sawit Mas.
“Kajadiannya pada Sabtu (23/1) lalu. Akibat penganiayaan itu korban mengalami lembam di bagian tubuh dan luka sayatan senjata tajam di bagian telinganya,” kata Dedi Kepala Desa Kapuk, Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim) di Sampit, Sabtu.
Korban dikeroyok puluhan Satpam PT MSM karena diduga melakukan pencurian buah kelapa sawit milik perusahaan. Kejadian itu bermula saat korban bersama rekannya sekitar pukul 14.00 WIB melintas di areal perkebunan sawit milik PT MSM dengan menggunakan mobil pikup.
Tiba-tiba tiga mobil berpenumpang sekitar 30 Satpam mengejar mobil yang dikendarai korban. Para Satpam tersebut menghadang laju kendaraan korban di wilayah Desa Pantap.
Tidak hanya itu saja puluhan satpam tersebut memaksa korban bersama rekannya turun dari kendaraan dan menganiaya dengan tuduhan telah mencuri tandan buah sawit.
“Saya sebagai kepala desa merasa bertangung jawab dengan warga saya karena yang bersangkutan diperlalukan tidak adil seperti itu jika pun dia mencuri mestinya tidak harus diadili seperti itu,” katanya.
Dedi bersama orangtua korban melaporkan peristawa tindakan penganiayaan yang dilakukan puluhan Satpam PT MSM tersebut ke polisi.
Dedi menduga aksi brutal para Satpam tersebut atas perintah pihak perusahaan.
“Saya berharap polisi menindak pelaku penganiayaan itu. Kalaupun korban memang terbukti mencuri tidak seharusnya dianiaya seperti itu,” ungkapnya.
Perbuatan brutal Satpam yang diduga diperintah pihak perusahaan tersebut informasinya sudah sering terjadi, bahkan ada korbannya yang dianiaya hingga sekarat.
Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan melalui Kasat Reskrim AKP M Ali Akbar membenarkan kasus dugaan pencurian dan penganiayaan tersebut.
“Saat ini kasusnya sudah kami tangani. Untuk pelaku yang diduga melakukan pencurian juga sudah kami tahan di Polres Kotim,” jelasnya.(anjas)