Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Realisasi Investasi Kulon Progo Capai Rp1,33 Triliun

0

Kulon Progo, jurnalsumatra.com- Realisasi investasi di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai Rp1,33 triliun pada 2015, melebihi target dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah sebesar Rp400 miliar.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kulon Progo Agung Kurniawan di Kulon Progo, Senin, mengatakan nilai investasi penanaman modal asing sebesar Rp633 miliar, penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp400 miliar, sehingga  total investasi yang masuk sebesar Rp1,33 triliun pada 2015.
“Pada 2016, kami akan memberikan kemudahan investasi dalam rangka mendongkrak masuknya investor ke Kabupaten Kulon Progo,” kata Agung.
Ia mengatakan kenaikan investasi dikarenakan ada pertambahan modal dari perusahan-perusahaan yang sudah eksis di Kulon Progo, seperti PT JMI untuk pembebasan lahan pada 2015, perusahaan Shung Chang yang sedikit meningkatkan investasi.
“Kemudian ada perusahan-perusahaan baru, tapi belum melakukan realisasi investasi karena dalam pembebasan lahan, seperti investor Korea, ada empa empat investor perumahan dan satu investor hotel,” kata Agung.
Terkait indek kepercayaan perizinan, ia mengatakan indek kepuasan masyarakat sebesar 79,78 atau meningkat dari target 79.
“Indek kepuasan masyarakat (IKM) sebesar 79,78 sangat baik sekali. Namun, kendalanya gedung BPMPT belum representatif,” kata dia.
Ia mengatakan kendala utama percepatan pertumbuhan investasi yakni persoalan pertanahan. Banyak investor yang tertarik menanamkan modalnya di Kulon Progo, namun terkendala oleh harga tanah yang mahal.
“Harga tanah, khususnya di Kawasan Industri sangat mahal. Pemkab hanya memfasilitasi pengadaan tanah, yakni investor bertemu dengan pemilik tanah,” kata Agung.
Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan calon investor yang akan menanaman modalnya masih menunggu realisasi pembangunan bandara.
“Poin yang menjadi daya tarik investasi di Kulon Progo adalah bandara. Ketika, belum ada kepastian bandara dibangun, maka investor masih menunggu,” kata Hasto.
Ia mengakui ketidakpastian bandara mengakibatkan iklim investasi di Kulon Progo, naik dan turunnya. Padahal, pemkab sudah memberikan kemudahan berinvestasi dan memberikan fasilitas khusus.
“Investor masih melihat dan menuggu. Saat ini, sudah ada beberapa investor yang akan menanamkan modalnya di Kulon Progo,” kata dia.(anjas)