Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD Ramadhan


Beranda – PEMKAB Panggil Perusahaan Klarifikasi Pemotongan Gaji

0

Padang Aro, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatera Barat, telah memanggil manajemen PT Bina Pratama Sakato Jaya terkait pemotongan gaji hingga 50 persen yang dilakukan perusahaan itu terhadap para karyawannya.
“Dari penjelasan manajemennya pemotongan gaji itu dilakukan karena kondisi ekonomi global yang tidak stabil, sehingga berimbas kepada pemotongan gaji karyawan,” kata Kepala Seksi Pengawasan Hubungan Industrial dan Penyidik Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Nurasidin Pangabean di Padang Aro, Selasa.
Dia menjelaskan, manajemen berkilah TPM atau penghematan biaya terpaksa dilakukan perusahaan, namun seharusnya tidak dengan memotong gaji karyawan, tetapi mengurangi biaya operasional.
Oleh sebab itu

katanya, pihak perusahaan telah melanggar aturan yang berlaku dan pihaknya meminta supaya mereka mengembalikan gaji karyawan.
Walaupun tidak bisa sepenuhnya seperti semula kata dia, minimal seperti permintaan para tenaga pengamanan perkebunan yaitu adanya uang lembur yang dibayarkan.
“Saat ini pada hari libur tidak ada petugas keamanan yang bekerja padahal jika ada kehilangan maka yang pertama dipanggil adalah keamanan,” jelasnya.
Sebelumnya PT Bina Pratama Sakato Jaya Solok Selatan dilaporkan melakukan pemotong gaji petugas keamanan hingga 50 persen tanpa koordinasi dengan karyawan maupun Persatuan Serikat Kerja Indonesia (PSKI).
“Semula petugas keamanan menerima upah sebesar Rp3,05 juta yang terdiri dari gaji pokok, insentif serta lembur dan operasional tetapi dengan alasan ekonomi global yang tidak stabil sekarang mereka hanya menerima Rp1,55 juta setelah dipotong keikutsertaan BPJS oleh perusahaan,” kata Ketua PSKI di PT BPSJ Solok Selatan, Heri.
Dia mengatakan, setelah dilakukan mediasi dengan pihak perusahaan beberapa kali tidak juga ditemukan jalan keluar dan perusahaan bersikukuh pada pendiriannya.
Oleh sebab

itu, ia bersama 10 petugas keamanan mendatangi Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan untuk dicarikan jalan keluarnya.
Selain itu katanya, pekerja juga mengerti dengan kondisi ekonomi global saat ini dan tidak meminta gaji seperti sebelumnya, tetapi ada juga toleransi dari perusahaan untuk membayarkan lembur.
“Kita harapkan perusahaan juga memberikan kelonggaran terhadap kami,” jelasnya.(anjas)