Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Warga Minta Pemerintah Komunikasikan Tindakan Penertiban Kota

0

     Padang, jurnalsumatra.com – Warga kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), dari berbagai kalangan meminta pemerintah setempat untuk mengomunikasikan terlebih dahulu dengan masyarakat sebelum melakukan tindakan penertiban kota.
“Pemerintah kota (Pemkot) dan jajarannya perlu bermusyawarah dengan masyarakat sebelum melakukan penertiban kota,” kata salah satu tokoh masyarakat di Kuranji Padang, Hasan Basri Ibrahim di Padang, Selasa.
Menurutnya komunikasi ini perlu untuk menghindari konflik yang terjadi dengan warga.
Sebagai contoh dalam melakukan penertiban warung ilegal atau kaki lima, sebelum melakukan eksekusi pemerintah seharusnya melakukan pemberitahuan dan sosialisasi.
Sosialisasi ini juga disertai pembinaan dan arahan kepada warga pemilik warung tersebut, bukan sekedar melakukan pemberitahuan dari mulut ke mulut.
Dengan begitu meski tidak menjamin semuanya sadar, namun setidaknya jumlah warung ilegal  tersebut akan berkurang.
“Jika kreatif pemkot dapat memberikan solusi alternatif yang bisa menenangkan warga,” katanya.
Sebagai contoh pembongkaran pedagang di pantai Padang, katanya.
Menurut dia solusi untuk pedagang tersebut bukan hanya melalui relokasi saja, namun bisa direkrut sebagai pedagang resmi atau pegawai di sekitar pantai.
Sebab warga tersebut tentunya sangat paham dan mengenal kondisi dan situasi di sekitar pantai, hal ini bisa dimanfaatkan sekaligus menyelamatkan mata pencahariannya.
Jadi selain memiliki pantai yang bersih, warga sekitar pun masih bisa melanjutkan hidup, imbuhnya.
Warga lain yang warungnya ikut menjadi korban pembongkaran pemkot, Iskandar berharap adanya komunikasi bila nantinya dilakukan relokasi pedagang.
“Kami harap pemkot tidak melakukan tindakan sepihak lagi bila nantinya ada relokasi, sebab kenyamanan dan keamanan tempat baru sangat penting untuk pedagang,” katanya.
Sementara mahasiswa Pascasarjana Unand, Farida meminta pemkot dalam menertibkan kota menanamkan sikap persaudaraan dan saling menghargai.
Sebab kata dia, pedagang yang ditertibkan merupakan warga kota juga, sudah sebaiknya dihargai.
Sementara itu kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padang, Firdaus Ilyas mengatakan bahwa pihaknya tetap berkoordinasi dengan warga sebelum mengeksekusi.
Menurutnya kios pedagang yang dibongkar akibat ketidakmau pedulian warga terhadap imbauan pemerintah.(anjas)