Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


HS Dijebloskan Kedalam Jeruji Besi

0
HS Dijebloskan Kedalam Jeruji Besi

HS Dijebloskan Kedalam Jeruji Besi

Terkait Kasus Simpeg BKD/Diklat Lahat

Lahat, jurnalsumatra.com – Kasus dugaan penyelewengan dana proyek sistem manajement kepegawaian (Simpeg) di Badan kepegawaian daerah (BKD)/Diklat Kabupaten Lahat tahun anggaran 2010, terus menyeruap terutama para tersangkanya sendir, satu-satu sudah dijebloskan dibalik umbin.

Sebelumnya, pihak Kejari sudah menjebloskan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II A Lahat, untuk tersangka Aswardi (AS) dan Prastiwi (PW).

Rabu (3/2) kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, kembali pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat, melakukan penahan. Kali ini giliran tersangka, (Tahap 2) Heri Sulistiono (HS) pelaku dugaan korupsi dana proyek Sistem Management Kepegawaian (Simpeg) tahun 2010, yang juga sekaligus sebagai kontraktor, dari jaksa penyidik ke jaksa penuntut, yang merugikan APBD Lahat sebesar 400 juta lebih.

Tersangka HS sendiri saat digilir petugas, menggunakan baju batik warna merah, celana warna hitam, datang dengan koperatif memenuhi panggilan Jaksa dan HS sendiri langsung didampingi oleh kedua pengecaranya (PH red). Setelah dilakukan pemeriksaan selama sekitar 2 jam, kemudian HS yang menggunakan kaca mata, dan baju dilapisi dengan switer warna hitam, berusaha menutupi wajah dari jepretan kamera para wartawan, dengan mantelnya, saat keluar dari ruang Pidsus menuju mobil dan dikawal ketat petugas.

Penahanan ini, disebutkan oleh Kajari Lahat, Helmi, SH, MH melalui Kasi Pidana Khusus, Rifqi Arialpa, SH didampingi stap penyidik, Marimbun, SH. Bahwa, tahap 2 ini dilakukan sesuai dengan mekanisme aturan yang ada. Sebelumnya, kata Rifqi. Pihaknya telah melakukan beberapa kali pemanggilan terhadap HS.

“Sedangkan untuk 2 tersangka lainnya, AZ dan PW sudah kita tahan sebelumnya. Namun masih dalam tahap kesaksian,” tutur Rifqi.

Sedangkan untuk tersangka HS sendiri, akan dititipkan ke Rutan kelas II B Lahat, guna menunggu proses hukum selanjutnya. Setelah itu, pihaknya juga akan melakukan penyerahan ke pihak pengadilan tinggi Tipikor Sumsel di Palembang.

“Untuk pembuktiannya, kita tunggu saja hasil, setelah HS menjalani proses persidangan nanti. Kita lihat saja apa fakta yang terkuak dalam kesaksian HS dalam persidang di Tipikor Sumsel,” tegas Rifqi.

Berita sebelumnya, proyek Simpeg BKD Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2010 lalu, disinyalir telah merugikan Negara hingga Rp 204 juta dari pagu anggaran Rp 376 juta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Lahat. (Din)