Pemprov Sumsel Tingkatkan Koordinasi Terkait PLTU Mulut Tambang

0
Pemprov Sumsel Tingkatkan Koordinasi Terkait PLTU Mulut Tambang

Pemprov Sumsel Tingkatkan Koordinasi Terkait PLTU Mulut Tambang

Palembang, jurnalsumatra.com – Dalam upaya meningkatkan sinergitas pembangunan kelistrikan di Sumatera Selatan (Sumsel) sehingga berjalan sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listri (RUPTL), Pemerintah Provinsi Sumsel menggelar rapat Koordinasi bersama GM PLN wilayah S2JB, GM PLN KITSBS serta Perwakilan dari Ditjen Ketenagalistrikan

Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman, Kamis (04/02) di Ruang Rapat Sekda Pemprov. Sumsel. Hadir dalam kesempatan ini  GM PLN wilayah S2JB Budi Pangestu, GM PLN KITSBS Ahsin Sidgi, Kasi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Ditjen Ketenagalistrikan Noor Hidayat serta Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel Robert Heri.

Ka Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel Robert Heri mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumsel sengaja menggelar rapat ini untuk membahas terkait dua hal yakni berbagai lokasi PLTU Mulut Tambang yang ada di Sumsel serta tentang harga batubara untuk PLTU Mulut Tambang yang sampai saat ini belum ditetapkan Pemerintah Pusat.

” Untuk harga Batubara sendiri sampai hari ini belum ditetapkan, Padahal beberepa PLTU sendiri sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu, tentu hal ini tidak bisa terus berlarut karna menyebabkan kerugaian baik bagi pengusaha tambang, maupun pemerintah provinsi Sumsel sendiri berdampak pada Royalti,” Terangnya.

Robert Heri menambahkan, Terkait masalah lokasi PLTU mulut tambang secara keseluruhan dari sisi RUPTL sudah ditentukan. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumsel mengharapkan lokasi PLTU Mulut Tambang dapat berlokasi dimulut tambang serta berada dekat dengan Gardu Induk yang ada, sehingga tidak perlu dilakukan pembangunan tranmisi.

Seperti contoh saat ini Gardu Induk Baturaja, PLTU mulut tambangnya berada di Muara Enim padahal di OKU sendiri memiliki lokasi pertambangan batubara. Masih banyak lagi yang sama seperti ini diantaranya lagi PLTU Mulut Tambang yang masuk dalam Gardu Induk Betung Kabupaten Banyuasi, Terangnya.

Lanjut Robert Heri, Sumsel sendiri saat ini memiliki PLTU Mulut Tambang diantaranya Sumsel I, Sumbangsel I, Sumsel 5 sampai Sumsel 10 serta PLTU Mulut Tambang Sumbagselteng. Dijelaskannya, Dari Total keseluruhan tenaga listrik yang akan dihasilkan PLTU mulut tambbang ini lebih dari 5.000 Mega Watt.

” Kita mesti kembalikan konsep ini agar pembangunan kelistrikan di Sumsel dapat berjalan lebih baik lagi kedepan, Pada prinsipnya Sumsel sangat mendukung dan bahkan siap jika PLN akan membangun pembangkit hingga 30 ribu Mega Watt asalkan berjalan sesuai dengan RUPTL,” Ujarnya.

GM PLN Wilayah S2JB mengatakan, Pihaknya telah menangkap hasil dari rapat ini yang nantinya akan disampaikan kepada PLN pusat serta unsur terkait lainya. ” Kedepan kita akan terus meningkatkan koordinasi bersama pemerintah Provinsi Sumsel terkait kelistrikan yang ada di Sumsel,” Ujarnya.

Sementara, Sekda Prov. Sumsel H Mukti Sulaiman selaku pemimpin rapat mengatakan, Setiap pembangunan harus memiliki kesamaan pandangan agar tercapainya tujuan bersama sepertihalnya pembangikit listrik.

” Sudah waktunya PLN beserta seluruh iuntansi terkait untuk saling terbuka informasi bersama pemerintah daerah agar  kelistrikan , Pungkasnya.(yuyun)