Warga Harapkan Adanya Pengawasan Terhadap Kongko-Kongko Pemuda

0

     Padang, jurnalsumatra.com – Sejumlah warga di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mengharapkan adanya pengawasan dari pemerintah terhadap kegiatan sekedar kumpul-kumpul tanpa tujuan jelas atau kongko-kongko pemuda di beberapa fasilitas umum yang ada di daerah tersebut.
“Banyak kejahatan terjadi mulai dari kongko-kongko di suatu tempat, perlu adanya pengawasan dari pemerintah melalui aparat keamanan untuk mengantisipasi hal negatif lainnya,” kata salah satu tokoh masyarakat di Kecamatan Lubuk Kilangan Padang, Nenden di Padang, Kamis.
Dia menyebutkan pengawasan tidak dilakukan secara terbuka sebagaimana “sweeping” atau razia, namun dengan cara seperti orang tua kepada anaknya, atau guru kepada siswanya.
Artinya pengawasan ini dilakukan dengan cara ikut berbincang atau melakukan survei langsung ke lapangan, sebagaimana penelitian.
Hal ini dilakukan kata dia, untuk mengantisipasi tindakan anarkis atau perlawanan dari pemuda.
Sebab sebagian besar pemuda saat ini tidak berpikir panjang dan senang main hakim sendiri bila ada sesuatu yang tidak sesuai kehendaknya
Dengan adanya pengawasan semacam itu tentunya akan diketahui arah tujuan dari kongko-kongko tersebut.
Diharapkan dari pengawasan ini warga dan pemerintah bisa mendeteksi sejak awal suatu kejahatan atau kenakalan yang berpotensi dilakukan pemuda.
Warga lain, Yunidas menilai pengawasan ini juga perlu melibatkan masyarakat sekitar.
Sebagai contoh kegiatan pemuda yang kongko di taman atau kampus perlu mendapatkan pengawasan dari warga sekitar yang ada di lokasi, bila berpotensi negatif dapat segera dilaporkan pada pihak keamanan, imbuhnya.
Dalam hal ini kata dia, perlu adanya kesukarelaan dari warga untuk melakukan hal tersebut.
Disamping itu di atasnya aparat keamanan juga perlu menjamin keselamatan dan keamanan warga yang melapor, ucapnya.
Menurutnya pengawasan seperti ini lebih efektif daripada melakukan razia atau inspeksi.
Sebab pihak pengawas seperti pemerintah dan aparat keamanan dapat lebih baik menentukan strategi untuk pencegahan kejahatan negatif.
Sementara mahasiswa D3 Unand, Reika lebih menilai kepengawasan yang pantas oleh keluarganya.
Artinya yang bertindak sebagai mata-mata ialah anggota keluarganya.
Namun dengan catatan pemerintah atau aparat keamanan tetap menjamin keselamatan dan keamanannya.
Di sisi lain Kepala Satpol Pamong Praja Padang, Firdaus Ilyas mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas kegiatan yang meresahkan masyarakat.
Meskipun begitu sebelum melakukan eksekusi pihaknya terlebih dahulu melakukan pengawasan pada lokasi rawan tersebut.(anjas)