Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PEMKOT Denpasar Gelar Pasar Murah Antisipasi Inflasi

0

Denpasar, Jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Denpasar kembali menggelar pasar murah untuk mengantisipasi inflasi harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya Imlek serta hari raya Galungan dan Kuningan.
“Kegiatan ini melibatkan para pengusaha sehingga harga benar-benar lebih murah dari pasaran,” kata Sekda Kota Denpasar Anak Agung Rai Iswara di Denpasar, Sabtu.
Ia mengapresiasi para pengusaha yang telah berpartisipasi dalam operasi pasar dan pasar murah ini. Karena keterlibatan pengusaha sangat besar pengaruhnya untuk mengatasi inflasi harga.
Pada kesempatan tersebut Sekda Rai Iswara didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra serta Kepala Kadin Denpasar Wayan Nugra.
Menurut Rai Iswara bahwa Pemerintah Kota Denpasar telah melakukan langkah strategis dengan memantapkan tim pengendalian inflasi daerah dalam upaya mengatasi inflasi harga, salah satunya seperti pasar murah ini.
Dikatakan Pasar Badung membuat kerja sama dengan pasar-pasar se-Bali untuk mengatasi pasokan barang yang kurang, sehingga bisa ditutupi dari kabupaten lainnya.
Tidak hanya dalam bidang perdagangan, Rai Iswara juga mengatakan telah melakukan persiapan untuk pertanian melalui program rumah pangan lestari. Dimana sistem ini diharapkan masyarakat menanam kebutuhan di lahan yang terbatas untuk kebutuhan sehari-hari dengan didampingi Dinas Pertanian.
Rai Iswara mengimbau masyarakat yang merayakan hari raya agar menggunakan bahan pokok secara wajar artinya secukupnya. Sehingga tidak perlu sampai memborong bahan pokok untuk stok beberapa minggu ke depan karena akan mempengaruhi harga di pasaran.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar Wayan Gatra mengharapkan pasar murah melalui operasi pasar yang melibatkan pihak swasta dapat menekan terjadinya inflasi.
Menurut Gatra, operasi pasar semacam ini telah dilaksanakan di empat tempat di masing-masing kecamatan di Kota Denpasar.
“Operasi pasar yang kami lakukan melibatkan distributor termasuk juga BPD mendukung pelaksanaan pasar murah ini,” ujarnya.
Operasi pasar dan pasar murah dapat memberikan subsidi pada masyarakat karena harganya lebih murah. Salah satu contoh gas elpiji 3 Kg kalau di pasaran harganya Rp21.000, sedangkan di operasi pasar ini harganya hanya Rp14.500.
Sorang pembeli, Putu Dewi mengaku harga pasar murah ini jauh lebih murah dari harga pasar seperti beras harganya hanya Rp8.300/kg.  Begitu juga harga-harga kebutuhan pokok lainnya.
Ia berharap operasi pasar dan pasar murah seperti ini lebih sering dilakukan sehingga masyarakat merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokoknya.(anjas)