Program Integrasi Sapi-Sawit Kotawaringin Timur Dilanjutkan

0

Sampit, jurnalsumatra.com – Program integrasi sapi di perkebunan kelapa sawit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah dilanjutkan, kata Kepala Dinas Pertanian, Pernakan, Penyuluhan dan Ketahanan Pangan I Made Dikantara.
“Program ini sudah berjalan sejak 2015 lalu. Dan di 2016 ini kembali dilanjutkan, sedikitnya ada 10 paket bantuan untuk kelompok rakyat yang akan dibantu perusahaan untuk makanannya,” katanya di Sampit, Selasa.
Bantuan 10 paket, 25 ekor sapi/paket dengan jumlah keseluruhan 250 ekor sapi. Bantuan sapi jenis Brahman Croos yang akan diberikan pemerintah pusat kepada kelompok plasma perkebunan swasta di wilayah Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Made mengungkapkan, kelompok peternak tersebut memang sudah mengusulkan bantuan sapi untuk mereka kembangkan. Pengembangan sapi-sawit diharapkan kedepannya dapat memenuhi target Kabupaten Kotawaringin Timur dalam berswasembada daging.
“Sambutan perusahaan perkebunan cukup positif. Kami mengajak membantu program ini. Program ini tidak hanya membantu rakyat, tetapi juga mengeliminir masalah sosial seperti pencurian dan lainnya karena masyarakat mendapat penghasilan bagus. Kita contoh Bengkulu, mereka hebat. Plasma sapi lebih besar dari pada intinya,” jelas Made.
Sebagai daerah dengan perusahaan perkebunan terbanyak dan terluas di Kalteng, Kotim memiliki peluang sangat besar mengembangkan integrasi sapi-sawit.
“Sekitar 650.000 hektare lahan milik lebih dari 50 perusahaan perkebunan kelapa sawit, menjadi modal utama untuk menjalankan program ini,” katanya.
Berdasarkan data yang disampaikan Bappeda kotawaringin Timur, kebutuhan daging sapi di Kotim dalam satu tahun sekitar 1.215.304 kilogram. Sementara pasokan dari peternak lokal hanya sekitar 779.000 kilogram, sehingga masih kekurangan sekitar 436.304 kilogram.
Untuk memenuhi kekurangan daging, Kotim mendatangkan sapi dari sejumlah daerah seperti Kalimantan Selatan, Madura, Makassar dan Nusa Tenggara.
Ketergantungan pasokan luar daerah ini berimbas pada mahalnya harga daging sapi di Kotim yakni berkisar Rp110.000-Rp150.000/kg.(anjas)

Share.