Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Warga Tionghoa Karimun Manfaatkan Imlek Dengan Silaturrahmi

0

    Karimun, Kepri, jurnalsumatra.com – Warga keturunan Tionghoa di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau,  memanfaatkan Tahun Baru Imlek 2567/2016 dengan saling berkunjung untuk mempererat tali silaturrahmi.
“Sudah menjadi tradisi, Tahun Baru Imlek menjadi ajang bagi kami untuk mempererat silaturrahmi, saling mengunjungi ke rumah keluarga, kenalan, sahabat dan rekan-rekan,” kata tokoh pemuka Tionghoa yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karimun Dwi Untung di sela-sela “open house” di kediamannya, Tanjung Balai Karimun, Senin.
Dwi Untung mengaku setiap Imlek menyediakan waktu satu hari untuk menerima tamu yang sengaja datang untuk bersilaturrahmi, dan esok dia berencana untuk mengunjungi keluarga dan rekan-rekannya.
“Keluarga dan teman-teman dari Batam dan daerah lain juga banyak yang datang. Silaturrahmi kami isi dengan saling bercerita yang ringan-ringan, apalagi sudah lama tidak bertemu,” kata dia.
Dia menyediakan satu tenda untuk menjamu para tamu yang berkunjung. Sejumlah pengusaha, pejabat seperti Komandan Kodim 0317/Karimun juga berkunjung ke kediamannya.
Menurut Dwi Untung, Tahun Baru Imlek merupakan momentum untuk membangun dan mempererat kebersamaan semua komponen masyarakat Karimun yang beranekaragam suku, ras, adat istiadat dan golongan.
Tahun Baru Imlek yang ditetapkan pemerintah sebagai libur nasional, menurut dia, tidak hanya milik warga Tionghoa, tetapi milik semua sebagai sarana untuk menjalin persaudaraan.
“Tali silaturrahmi yang dijalin melalui momentum Imlek adalah modal bagi masyarakat Karimun untuk meningkatkan perekonomian. Dan di Tahun Monyet ini, kami berdoa agar perekonomian Karimun menjadi lebih baik, dan tentunya diiringi dengan usaha,” katanya.
Tokoh Tionghoa Ahwa juga mengatakan bahwa dirinya bersama keluarga sengaja menyisihkan waktu selama satu hari untuk bersilaturrahmi ke rumah karib kerabat.
“Tiap tahun kami berkunjung ke rumah keluarga, paman, tante atau yang lainnya,” kata dia.
Berdasarkan pantauan, aktivitas perdagangan di pusat pertokoan Tanjung Balai Karimun hingga Kecamatan Meral sangat sepi karena hampir semua ruko tutup.
Pengusaha ruko yang sebagian besar warga Tionghoa menutup tokonya karena merayakan Imlek dengan saling berkunjung, atau menggelar ibadat di klenteng atau vihara.
Beberapa pemuka Tionghoa di Meral juga menggelar “open house” di kediamannya, tokoh masyarakat Tionghoa enny Lau, Ahong dan lainnya.(anjas)