Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Lesunya Gairah Ekonomi Berdampak Ke Daya Beli

0

muslim se dispenda sumselPALEMBANG, jurnalsumatra.com – Lesunya sektor pertambangan dan perkebunan yang masih terjadi di tahun ini (2016), diprediksikan tak akan mampu menaikkan gairah penjualan kendaraan bermotor. Ini akan berimbas kepada penerimaan pajak ke daerah. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Sumsel, Muslim usai Rapat TAPD membahas Arah Kebijakan Pendapatan dan Proyeksi Pendapatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2017 di ruang rapat setda, Kemarin.

“Lesunya sektor tambang dan perkebunan berpengaruh kepada daya beli masyarakat,”jelas dia. Salah satu sektor yang terimbas yakni bidang otomotif, yang terkorelasi kepada perkiraan turunnya penjualan dan pajak daerah, khusus sektor tersebut.

Contohnya, kata dia, trend jumlah kendaraan baru setiap tahunnya mengalami penurunan. “Tahun lalu (2015,red) saja, semua jenis kendaraan bermotor di Sumsel terjual 160 ribuan unit saja. Padahal tahun sebelumnya 200 ribuan unit, tahun sebelumnnya lagi bahkan tercatat 300 ribuan unit.”

Ia menambahkan, itu jumlah penjualan kendaraan baru khusus mobil dan motor, untuk angka 300 ribuan unit pertahun tersebut dicapai saat harga karet sedang dalam puncaknya di 2011 lalu. Untuk saat ini, maka penjualan otomotif yang fantastis dirasa akan sulit diulang kembali.

Jika trend penjualan kendaraan baru per tahunnya terus menurun, maka bagaimana dengn tahun 2016 ? Diprediksikan, kalau bisa sama saja posisinya seperti tahun lalu, masih dianggap bagus. “Diperkirakan sama dengan tahun lalu (2015,red). Angka penjualan berkisar 100 ribuan unit saja,”ulas dia.

Kendala lain, efek masih belum pulihnya harga di komoditas tambang dan perkebunan, tak hanya jumlah penjualan kendaraan, tapi juga angsuran yang tertunggak, khususnya para petani di daerah. Menurutnya, tak hanya penjualan yang tak bagus, tapi juga tunggakan angsuran kendaraan bermotor meningkat saat ini.

Meski demikian, realisasi kinerja pajak di sektor otomotif kepada daerah masih ada geliat di awal tahun ini. “Realisasi penerimaan pajak daerah sudah ada pergerakan, khusus di Januari 2016. Ada belasan persen, seperti pajak kendaraan bermotor tercapai 11 persen, BBNKB hampir 8 persen dan lainnya,”jelas dia.

Kita merespon kondisi ekonomi regional harus sesuai proyeksi untuk tahu 2016-2017, baik mengacu kepada peraturan presiden, proyeksi pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat berdampak kepada penerimaan pajak, jelasnya (Yuyun)