Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


KH Hafidz: LGBT Ganggu Kehidupan Beragama

0

Jakarta, jurnalsumatra.com – Ketua Masyarakat Pondok Pesantren KH Hafidz Taftazani menyatakan isu LGBT  (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) belakangan ini semakin memprihatinkan karena bisa mengganggu kehidupan beragama di Tanah Air lantaran dikait-kaitkan dengan Hak Asasi Manusia (HAM).
LGBT, dalam prespektif Islam, jelas masuk kategori haram. Selain itu juga melanggar fitrah manusia dan tidak mengindahkan ajaran agama, kata KH Hafidz dalam percakapan dengan Antara di Jakarta, Jumat.
Pengertian fitrah di sini adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia dan harus disalurkan dengan benar, juga dalam implementasinya di tengah masyarakat tidak mengganggu orang lain.
LGBT, lanjut dia, belakangan ini menginginkan dapat pengakuan dari khalayak ramai dengan mengusung HAM. Jika demikian, pembicaraannya tidak akan menyambung. Agar pembicaraan menyambung, perlu dipertanyakan dulu apakah pengusung HAM tersebut memiliki suatu keyakinan atau agama.
Jika tidak, maka pembahasannya tidak menemui titik temu. Hafidz memberi contoh, jika seseorang mengemudikan kendaraan di jalan raya secara bebas, maka akan berbenturan dan mengalami kecelakaan. Korban bukan hanya di pihak pengemudi ugal-ugalan, tetapi orang banyak pun dirugikan lantaran aturan lalu lintas tidak dipatuhi.
Juga jika ada wanita berjalan mengenakan pakaian minim, terbuka auratnya sehingga menimbulkan rangsangan birahi lawan jenis, menimbulkan rangsangan syahwat, maka akan mengganggu orang ramai. Pasalnya, wanita bersangkutan dinilai tak beradab, melanggar kesopanan atau tidak beretika, katanya.
Untuk itu, katanya lagi, para pemangku kepentingan: Kementerian Agama dan instansi lainnya, perlu mempertimbangkan kasus LGBT ini dapat dibahas untuk dimasukkan pada Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Beragama.
Sebelumnya, Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) menyatakan bahwa semakin terbuka menunjukkan identitasnya di ruang publik dan menuntut pengakuan atas dasar Hak Asasi Manusia (HAM).
Ketua Umum BP4 Pusat Wahyu Widiana mengatakan bahwa kelompok LGBT kini sangat intensif memanfaatkan media informasi, termasuk media sosial, memberi pengaruh yang tidak baik terhadap mental dan moral generasi bangsa.
LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia dan bukan LGBT fenomena natural, tetapi suatu kelainan dan masalah sosial yang memerlukan penanganan secara baik dan komprehensif.(anjas)