Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Layar – PB Porlasi Akomodasi Sejumlah Tokoh SULSEL

0

Makassar, jurnalsumatra.com- Pengurus Besar Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PB Porlasi) mengakomodasi sejumlah tokoh olahraga di Sulawesi Selatan untuk bergabung dalam kepengurusan periode 2015-2019.
Sejumlah tokoh olahraga Sulsel yang masuk dalam kepengurusan PB Porlasi yakni Basri (Ketua Harian Porlasi Sulsel), Nukhrawi Nawir (Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel) serta Ambas Syam yang merupakan Wakil Ketua II KONI Sulsel.
“Kami tentunya bersyukur dan berbangga bisa dilibatkan dalam kepengurusan di PB Porlasi untuk periode 2015-2019. Kami juga akan berupaya dan bekerja keras untuk menjalankan amanah ini,” jelas Ketua Bidang Organisasi PB-Porlasi Basri di Makassar, Sabtu.
Selain dirinya sebagai ketua Organisasi, dua tokoh lain yakni Nukhrawi Nawir dipercaya sebagai Ketua Litbang PB Porlasi serta Ambas Syam yang menempati posisi wakil ketua bidang organisasi PB Porlasi.
Mereka juga telah resmi dilantik bersama Ketua Umum PB Porlasi Laksamana Muda TNI AL Darwanto oleh Ketua KONI Pusat, Tono Suratman secara resmi di Jakarta, Rabu lalu.
Mengenai penunjukan dirinya sebagai Ketua Bidang Organisasi, Ia mengaku bersyukur dan siap menjalankan amanah ini dengan sebaik mungkin.
“Saya secara pribadi berterima kasih pada ketua yang telah memberikan kepercayaan untuk menduduki posisi sebagai Ketua Bidang Organisasi di PB Porlasi. Saya siap mengeluarkan kemampuan saya untuk membantu roda organisasi,” katanya.
Setelah pelantikan secara resmi, kata dia, seluruh pengurus selanjutnya akan menggelar rapat kerja untuk melanjutkan program selama setahun kedepan.
Untuk rapat kerja ini, menurut dia, memang lebih fokus dalam beberapa hal termasuk kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat, September 2016.
Selain itu, sambung dia, juga akan membahas berbagai kebutuhan tim dalam persiapan menghadapi SEA Games 2017 dan Asian Games 2018.
Khusus dua agenda internasional tersebut, pihaknya mengaku akan lebih ketat dalam proses seleksi atlet. Artinya atlet yang nantinya memperkuat timnas di dua ajang itu memang memiliki kualitas dan potensi untuk meraih prestasi terbaik.(anjas)