Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Libatkan Semua Stake Holder Berantas Gizi Buruk

0

Libatkan Semua Stake Holder Berantas Gizi BurukPalembang, jurnalsumatra.com – Meningkatnya perekonomian dan pesatnya pembangunan di kota Palembang tidak serta merta di iringi dengan peningkatan taraf kehidupan yang layak. Bahkan masih ada penduduk miskin dan rentan dengan gangguan gizi buruk. Hal ini terungkap dalam pertemuan pembahasan gizi buruk di Parameswara Pemkot Palembang, Senin (15/2).

Kabid pelayanan kesehatan Dinkes Palembang, dr Alfarobi mengatakan pihaknya sengaja melakukan pertemuan dengan petugas gizi dan seluruh stakeholder terkait untuk memberantas dan menekan angka gizi buruk ini.
“Permasalahan kita, masih terdapat anak-anak yang menderita gizi buruk yang menyebabkan kelainan fisik. Permasalahan gizi ini merupakan masalah yang dihadapi seumur hidup mulai dari anak-anak, pasangan usia subur hingga lansia.

Dijelaskan Dr Alfarobi, yang dilakukan Puskesmas selama ini hanya menyentuh perbaikan gizi ke Ibu hamil dan balita. “belum menyentuh keluarga,” akunya. Kalau Puskesmas saja yang bergerak untuk memberantas gizi buruk ini, maka hanya bisa mengatasi 30 persen penekanan angka gizi buruk.
Karena itulah, pihaknya melibatkan seluruh stakeholder terkait untuk memberantas permasalahn gizi buruk ini. Mulai dari bantuan pihak sekolah, bagian Pertanian, Orang tua dan lainnya.

Dr Alfaroby menyebut, di tahun ini pihaknya belum menemukan kasus gizi buruk. Hanya saja, di tahun ini pihaknya mentargetkan hanya ada 20-25 saja penderita gizi buruk atau bahkan bisa mencapai titik nol. “Untuk itulah, anak-anak harus sering di imunisasi dan diberikan makanan tambahan lainnya yang mengandung gizi dan vitamin,” imbaunya.

Sementara itu dr Hj Hartati SpOG , salah-satu Narsum (narasumber) perwakilan dari RSMH menyebut, salah-satu kasus gizi buruk juga berhubungan dengan kurangnya zat besi, terutama pada Ibu Hamil yang pada akhirnya menyebabkan tingginya angka kematian Ibu dan bayi.

Dikatakannya, hubungan antara zat besi pada Ibu hamil dengan gizi itu berhubungan erat. Di Indonesia sendiri, tercatat angka kematian Ibu hamil mencapai 358/100 ribu kasus kelahiran. “Itu menunjukkan angka kematian Ibu tinggi.,” sambungnya.

Selain kekurangan zat besi, gizi yang buruk juga jelas sekali dipengaruhi faktor ekonomi. “Kita harus sama-sama bersinergi untuk memberantas masalah ini,” tukasnya.(ria)