Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Ratusan Hektare Sawah Solok Selatan Terancam Kekeringan

0

     Padang Aro, jurnalsumatra.com – Sekitar 200 hektare lahan persawahan di Nagari Lubuk Gadang Selatan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, terancam kekeringan karena irigasi yang mengairinya rusak diterjang banjir bandang Senin (8/2).
“Padi yang baru ditanam warga di Jorong (dusun) Air Menyuruk itu saat ini sangat membutuhkan air. Jika dalam seminggu saja tidak mendapat pasokan air, kemungkinan tanaman padi itu mati,” kata Wali Nagari (kepala desa adat) Ari Hendratno ketika dihubungi di Padang Aro, Jumat .
Ia mengatakan, irigasi tersebut bermuara ke Sungai Batang Liki.
Selain ancaman kekeringan sawah masyarakat, katanya, musibah banjir bandang yang terjadi pada Senin dini hari itu juga menyebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Sungai Pangku tidak bisa digunakan. Sehingga 100 Kepala Keluarga (KK) yang selama ini mengandalkan penerangan rumahnya dari listrik PLTMH itu gelap gulita.
“Saluran air yang digunakan untuk mengerakkan turbin PLTMH itu rusak dan jebol karena dihantam banjir. Selain itu, sepanjang 50 meter tebing yang tak jauh dari PLTMH itu ambrol dan menutup aliran sungai,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Solok Selatan Del Irwan menyebutkan, banjir bandang itu merendam dan merusakan 865 hektare sawah masyarakat.
Sawah warga yang banyak rusak berada di Kecamatan Pauh Duo seluas 276 hektare, kemudian Sungai Batanghari 180 hektare, Sangir Jujuan 169 hektare, Sangir 127 hektare dan Sungai Pagu 111 hektare.
“Dari luas sawah yang ikut diterjang banjir, 835 hektare puso. Sementara yang bisa ditanami kembali cuma sekitar 100 hektare,” katanya.
Ia menyebutkan, sawah yang tidak bisa ditanami kembali itu karena sudah tertutup lumpur yang bercampur dengan bebatuan.
“Nanti sawah yang rusak ini kami laporkan ke Kementerian Pertanian. Untuk langkah selanjutnya, kami menunggu petunjuk dari pemerintah pusat dan provinsi, karena pemkab tidak memiliki dana,” ujarnya.
Sementara jika akan dilakukan rehabilitasi, katanya, akan membutuhkan waktu yang lama dan memerlukan alat berat yang tidak hanya satu atau dua unit.
Salah satu pilihan agar lahan-lahan tersebut tidak menganggur, katanya, yakni dengan memberikan bibit jagung, kacang atau tanaman palawija lainnya secara gratis sehingga lahan tersebut tetap produktif.
Ia memastikan, dengan kerusakan yang dialami ini akan mempengaruhi pencapaian target produksi gabah kering panen daerah itu sebanyak 139.000 ton pada tahun ini dengan luas sawah 9.540 hektare.
Solok Selatan, yang berjarak sekitar 135 kilometer dari Kota Padang, merupakan salah satu lumbung padi di Sumvar. Daerah itu juga menjadi penyumbang pencapaian program nasional swasembada pangan.
Selain merusak tanaman padi, katanya, banjir terbesar yang terjadi di Solok Selatan sejak 20 tahun itu juga membuat 4 hektare kolam miliki masyarakat jebol.
Tanaman jeruk yang berada di sepanjang sungai seluas 18 hektare juga turut diporakporandakan oleh amukan air bah itu.
Tanaman jeruk yang paling banyak rusak di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu seluas 10 hektare, sisanya di Pauh Duo delapan hektare dan Sangir satu hektare.
“Total kerugian di bidang pertanian dari musibah ini mencapai Rp31 miliar,” katanya.(anjas)