Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Disbudpar Sumsel Siapkan Hiburan GMT

0

PALEMBANG, jurnalsumatra.com – Guna mendukung pemerintah Sumatera Selatan khususnya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dalam menyiapkan pesta hiburan akan fenomena gerhana matahari total (GMT) pada tanggal 9 maret mendatang.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel akan melaksanakan ekspedisi ilmiah tentang Gerhana Matahari Total (GMT) kepada pelajar di Palembang.

Hal ini diungkapkan oleh Humas Lapan Jasyanto “Lapan akan berkerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel

Lapan tidak bisa berkerja sendiri kami akan berkerjasama Dengan Dinas Pendidikan dalam hal ini juga Lapan selalu berkerja dengan BMKG kita berharap cuaca sangat mendukung sehingga kita dapat melihat peristiwa tersebut,”Ungkapnya.

Panitia Nasional Gerhana Matahari total dari Lapan Jasyanto di Palembang, Kamis mengatakan, pihaknya akan melaksanakan sosialisasi ke- sekolah-sekolah untuk memperkenalkan Gerhana Matahari Total tersebut.

Pelajar nantinya akan diperkenalkan proses terjadinya gerhana matahari total yang terjadi puluhan tahun tersebut, kata Kabag Humas Lapan itu. “Selain itu pihaknya akan melaksanakan pelatihan tentang pembuatan kaca mata untuk melihat gerhana matahari total nanti”, ujar dia.

“Ini dilakukan sebagai pembelajaran bagi pelajar tentang gerhana matahari total mendatang”, kata dia. “Jadi saat terjadi gerhana matahari total pada 9 Maret 2016 pelajar semakin mengerti akan kejadian alam itu,”katanya.

Tak ketinggalan Dinas Pendidikan menyambut baik dan akan berpartisipasi dalam memanfaatkan fenomena tersebut sebagai ajang pembelajaran dan ibadah, melalui surat himbauan kepada se- Seluruh sekolah khususnya Palembang dalam menyikapi GMT tersebut, meminta kepada sekolah untuk melaksanakan sholat gerhana .

” Peristiwa fenomena GMT menjadi sangat penting karena hal ini menunjukkan sebuah kebesaran dari Yang Maha Agung terlepas dari kemampuan manusia. Oleh sebab itu kami mengeluarkan surat edaran supaya siswa-siswi melaksanakan salat dan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing saat fenomena GMT , ” ujar kepala pendidikan nasional Sumsel, Drs Widodo M.Pd, kamis (19/2/2016).

Sambung Widodo mengatakan, diharapkan nantinya kepada seluruh sekolah untuk menyiapkan betul para pelajar agar bisa melaksanakan salat gerhana tersebut. Khususnya dengan memanfaatkan para pengajar pendidik agama atau guru agama memberikan pelatihan terkait sholat tersebut.

” Khusus yang beragama Islam bisa melakukan Salat Gerhana, sedangkan bagi yang non muslim silahkan melaksanakan sesuai dengan kepercayaannya, intinya fenomena GMT bisa dijadikan sisi religius, ” ungkapnya

akan ada 1,8 juta di Sumsel jika menyaksikan langsungGerhana Matahari Total (GMT) pada 9 Maret mendatang jika semuanya datang ke Jembatan Ampera menyaksikan GMT langsung.

Namun menurut Widodo tidak semua siswa akan menyaksikan karena tempat yang tak terjangkau seperti di kabupaten/kota di Sumsel. “Tapi kami berharap media televisi dapat mengatur gambar yang baik untuk GMT ini agar dapat disaksikan langsung oleh siswa.”

“1,8 juta jika masih ada kedua orangtuanya maka akan ada 5 juta kurang lebih.” “Berarti ada 10 juta bola mata akan melihat langsung GMT ini lewat televisi,” kata Widodo didamping tim LAPAN saat menggelar press conference di Dinas Pendidikan Sumsel, Kamis (18/2/2016) ” Peristiwa fenomena GMT menjadi sangat penting karena hal ini menunjukkan sebuah kebesaran dari Yang Maha Agung terlepas dari kemampuan manusia.Oleh sebab itu kami mengeluarkan surat edaran supaya siswa-siswi melaksanakan salat dan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing saat fenomena GMT , ” ujar kepala pendidikan nasional Sumsel, Drs Widodo M.Pd kepada Jurnalsumatra.com.

Sambung Widodo mengatakan, diharapkan nantinya kepada seluruh sekolah untuk menyiapkan betul para pelajar agar bisa melaksanakan salat gerhana tersebut. Khususnya dengan memanfaatkan para pengajar pendidik agama atau guru agama memberikan pelatihan terkait sholat tersebut.

” Khusus yang beragama Islam bisa melakukan Sholat Gerhana, sedangkan bagi yang non muslim silahkan melaksanakan sesuai dengan kepercayaannya, intinya fenomena GMT bisa dijadikan sisi religius, ” ungkapnya. (yuyun)