Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PU Babel Anggarkan Rp11,8 Miliar Normalisasi Sungai

0

     Pangkalpinang, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Hassanudin mengatakan pihaknya telah menganggarkan dana Rp11,8 miliar untuk normalisasi sungai dan sumber daya air di wilayah kerjanya.
“Total dana dari APBD sebesar itu terbagi di tujuh kabupaten/kota, ada yang dikeruk dan ada yang diperbaiki, ini juga bisa digunakan untuk mencegah terjadinya banjir, seperti pengerukan sungai kacang pedang atau jembatan 12,” katanya di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menyebutkan, dana normalisasi sungai untuk Pangkalpinang dianggarkan Rp3,4 miliar, Kabupaten Bangka Rp1,5 miliar, Bangka Tengah Rp3,5 miliar, saluran dan lainnya di Belitung Rp600 juta dan di Belitung Timur Rp2,3 miliar.
“Musibah banjir yang terjadi pekan lalu, sebagian disebabkan kondisi sungai yang sudah tak mampu menampung air. Untuk itu sungai-sungai yang dangkal rencananya akan dikeruk agar normal kembali, saluran air juga akan kami benahi,” katanya.
Ia berharap, kegiatan ini bisa membuat sungai dan saluran air di Babel kembali normal dan berfungsi dengan baik, sehingga ketika air meluap bisa ditampung di kolong atau sungai yang memang sudah disiapkan.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat untuk sadar dan aktif membersihkan saluran yang ada di kediaman masyarakat, hal ini untuk memperlancar jalannya air dan tak terjadi penumpukan atau penyumbatan.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung, KA Tajjudin menyebutkan normalisasi sungai adalah langkah yang baik karena dapat dijadikan objek wisata baru.
“Normalisasi sungai dalam arti dari sisi pariwisata juga sangat positif sehingga sungai-sungai dan kolong yang dinormalisasi sudah bagus dan lebar bisa menjadi objek wisata baru,” katanya.
Ia mengakui bahwa dirinya sudah membicarakan hal itu kepada pelaku usaha untuk membangun wisata sungai yang dapat dijadikan destinasi wisata bagi para wisatawan guna memberikan varian baru pada objek wisata di Babel.
“Saya sudah membicarakan ini dengan pelaku wisata, mereka sangat setuju yang akan berdampak postif bagi variasi objek wisata kita. Jadi tidak hanya di pantai tapi wisatawan juga akan berwisata sungai misalnya sungai rangkui atau sungai batu rusa itu bisa dijadikan satu rute wisata. Saya sudah tawarkan kepada mereka untuk membuat paket wisata itu,” ujarnya.(anjas)