Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Dikpora: Keterlibatan Satpol PP Ganggu Psikologis Siswa

0

     Mataram, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Mataram H Sudenom mengatakan, keterlibatan Satuan Polisi Pamong Praja di lingkungan sekolah dapat mengganggu psikologis siswa.
“Meskipun di daerah lain sudah ada yang menerapkan, tetapi kami di Mataram ini belum setuju Satpol PP dilibatkan untuk pengawasan siswa di dalam lingkungan sekolah, apalagi sampai memeriksa tas dan ‘handphone’ siswa,” katanya kepada sejumlah jurnalis di Mataram, Rabu.
Pernyataan itu dikemukakannya menanggapi adanya wacana Satpol PP setempat untuk terlibat langsung dalam pengawasan siswa di lingkungan sekolah, yang berdasarkan surat dari sejumlah kepala sekolah setempat.
“Guru dan kepala sekolah sudah banyak mengeluh hanya karena satu atau dua siswa yang berbuat tidak baik, nama sekolah menjadi jelek,” kata Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati.
Bayu mengatakan, pengawasan yang dimaksudkan di antaranya pengawasan siswa saat jam belajar, bahkan kalau sampai ditemukan ada siswa yang berada di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran, pihak sekolah minta siswa bersangkutan diamankan.
“Kami juga siap diminta bantuan memeriksa tas dan ‘handphone’ siswa untuk mencari tahu apakah ada foto atau video porno yang disimpan pelajar seperti halnya di daerah lain,” kata Bayu.
Menyikapi hal itu Kepala Dinas Dikpora Kota Mataram menilai keterlibatan Satpol PP ke lingkungan sekolah dapat mengganggu psikologis siswa, karena siswa takut dengan adanya orang asing yang masuk ke lingkungan sekolah.
“Apalagi, menggunakan seragam baik Satpol PP, maupun TNI/Polri bisa membuat siswa resah begitu juga dengan masyarakat sebab siswa tentu akan bercerita kepada orang tuanya,” kata Sudenom.
Menurutnya, pengawasan dan pemeriksaan barang-barang pelajar cukup dilakukan oleh para guru saja, karena guru punya cara tersendiri dalam menangani masalah kesiswaan.
Sudenom menyakini sumber daya manusia (SDM) guru di Kota Mataram cukup bagus sehingga masih mampu menangani berbagai masalah tentang kesiswaan.
Seperti halnya, katanya dia, ketika ada instruksi penurunan baliho kepala daerah di sekolah, dilakukan sendiri oleh pihak sekolah tanpa melibatkan orang luar apalagi Satpol PP.
“Jika sekolah mampu, kenapa harus melibatkan orang luar walaupun teman sendiri. Biarlah upaya itu dilakukan daerah lain, dan saya tidak ingin hal itu diterapkan di kota ini,” katanya lagi.
Meski demikian, Sudenom mendukung upaya patroli yang dilakukan Satpol PP Kota Mataram terhadap pengawasan siswa di luar sekolah saat jam pelajaran.
“Kalau untuk mengawasi siswa di luar sekolah silakan, karena itu sangat membantu sekolah, terutama bagi siswa yang berada di luar sekolah saat jam belajar alias membolos,” ujarnya.(anjas)