Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


PEMKOT Programkan Pengolahan Sampah Dengan Teknologi

0

Lubuklinggau, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, memprogramkan pengolahan limbah sampah menggunakan teknologi modren untuk menekan kelebihan sampah di wilayah itu.
Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Selasa mengatakan jumlah limbah di Kota Lubuklinggau saat ini meningkat tajam bila tidak segera diatasi menggunakan teknologi pemerintah daerah akan kewalahan.
Ia menjelaskan jumlah sampah di Kota Lubuklinggau saat ini mencapai 150 ton perhari, dari jumlah itu bisa terangkut oleh kendaraan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) hanya 90 ton perhari.
Untuk angkutan motor roda tiga hanya mampu 16 ton per hari, sedangkan sisanya tidak terangkut sehingga diduga kuat dibuang ke Sungai Kelinggi atau dibuang sembarangan tempat.
Kota Lubuklinggau saat ini kota terbesar kedua di wilayah Sumatera Selatan setelah Kota Palembang, dengan penduduk sangat padat dan potensi sampahnya juga cukup besar.
“Kami sudah merintis kerja sama dengan PT Guna Olah Limbah Jakarta untuk mengolah sampah itu dengan teknologi tinggi sehingga bisa mengurangi gundukan sampah di wilayah ini,” ujarnya.
Dengan kerja sama itu mudah-mudahan ke depan Kota Lubuklinggau tidak memiliki lagi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah karena sudah dikelola dengan teknologi moderen.
Pemanfaatan teknologi itu nantinya akan dikembangkan oleh tenaga dari Universitas Jepang sehingga sampah bisa menjadi salah satu pendukung bahan baku dari perusahaan nasional.
“Kami mengharapkan semua pihak mulai dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga ke masyarakat mendukung program pengolahan sampah dengan teknologi moderen tersebut,” tuturnya.
Sementara Kepala DKP Kota Lubuklinggau Alha Muzani mengatakan angkuatan sampah di wilayah itu hanya terkendala terbatasnya armada yang sebagian besar sudah tua.
Ia menjelaskan saat ini ada sekitar 13 unit truk angkutan sampah dengan pekerja 248 orang, sedangkan angkutan sampah dari motor roda tiga hanya ada tiga unit dengan pekerja sebanyak 140 orang.
Jika nantinya menggunakan alat canggih tetap saja akan memperdayakan tenaga kerja lokal, sedangkan sampah yang tidak terangkut jumlahnya sekitar 14 ton lebih setiap hari, ujarnya.(anjas)